-->
Jakarta > Pemerintahan

Menteri Basuki Bahas Pembangunan Infrastruktur DKI Dengan Jepang

Sabtu, 20 Januari 2018 14:07 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : R Maulana Yusuf

Menteru PUPR
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat melakukan pertemuan dengan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi
Foto : istimewa

Share this








Pembangunan infrastruktur yang dibahas Menteri Basuki antara lain, pembangunan sistem pengolahan limbah terpusat, serta pengerjaan kereta cepat Jakarta-Sur

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi di Jakarta, Jumat(19/01). Menteri Basuki menjelaskan, pertemuan dilakukan dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, sekaligus membahas kerjasama di bidang pembangunan infrastruktur PUPR antara kedua negara. 

"Pentingnya percepatan realisasi pembangunan sejumlah infrastruktur strategis, sehingga tidak berhenti pada pertemuan ke pertemuan. Pembahasan intensif antara kedua negara sudah berjalan sejak kunjungan ke Jepang pada bulan Juli 2017 lalu,"ungkapnya dalam siaran tertulis kepada infonitas.com, sabtu(20/1/2018).

Sementara itu, Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi menyatakan, Jepang sangat impresif dengan kemajuan Indonesia dalam membangun infrastruktur. Jepang melihat Indonesia mampu tumbuh stabil dan memiliki potensi pasar yang besar dengan penduduk sebanyak 250 juta jiwa, yang harus didukung infrastruktur yang memadai.  

Selain itu, iklim investasi di Indonesia juga dinilai sudah lebih baik, karena di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, telah dilakukan penyederhanaan berbagai regulasi yang selama ini dinilai menghambat investasi.

Untuk diketahui, proyek infrastruktur kerja sama yang dibahas Menteri Basuki salah satunya adalah pembangunan Sistem Pengolahan Limbah Terpusat DKI Jakarta, Jakarta Sewerage System (JSS) dengan prioritas pada zona 1 (Pluit) dan zona 6 (Duri Kosambi) dari 15 zona yang direncanakan. Sementara untuk rencana pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Kementerian PUPR juga memberikan dukungan pada pembangunan flyover untuk mengatasi perlintasan sebidang rel kereta. 

    -->