Jakarta > Pemerintahan

Sidang Vonis Ahok

Mengenal Sosok Hakim Pemberi Vonis 2 Tahun ke Ahok

Selasa, 09 Mei 2017 15:58 WIB
Editor : | Sumber : DBS

Ilustrasi Dwiarso Budi, Ketua majelis hakim sidang Ahok
Ilustrasi Dwiarso Budi, Ketua majelis hakim sidang Ahok
Foto : istimewa

Share this








Majelis hakim yang mejatuhi hukuman vonis penjara selama dua tahun terhadap Ahok merupakan sosok hakim yang sederhana dan tegas.

JAKARTA – Dwiarso Budi Santiarso, Ketua Majelis Hakim sidang kasus penistaan agama dengan terpidana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan sosok sederhana. Meski malang melintang dalam menangani kasus hukum, hakim asal Surabaya, Jawa Timur ini sehari-hari berangkat kerja mennggunakan angkutan umum, Transjakarta.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini dengan berani dan membuktikan bersih dari segala intervensi memutuskan memberikan vonis hukuman penjara selama dua tahun kepada Ahok atas kasus penistaan agama. Meskipun sempat  dibayangi spekulasi dia juga akan dilumat pelbagai manuver seperti aparat penegak hukum lainnya yang masuk angin. Vonisnya, Ahok terbukti bersalah, dan dihukum penjara 2 tahun. Langsung ditahan di LP Cipinang.

Dikutip dari catatan ringan, politisi Golkar Ilham Bintang. Di mata kawan-kawannya, Dwiarso dijuluki bonek ( bondo nekat). Bukan karena kelahiran Surabaya, tetapi julukan itu menunjuk pada integritasnya sebagai hakim. Anti suap, antik gertak, kata seorang sahabatnya.

Lahir di Surabaya 14 Maret 1962, Inoenk begitu panggilan akrab Dwiarso sampai sekarang masih tinggal di rumah dinas. Dalam perjalanan kariernya, suami Yanti ini pernah menjabat sebagai ketua pengadilan di Kotabumi, Kraksaan, Depok, Banjarmasin dan Semarang.

Putra sulung dari bapak dua anak ini, Rio alumun Magister UI saat ini tengah mengais rezeki di negeri Sakura (Jepang) sebagai pelayan toko. Sedangkan, bungsunya, Anya merupakan pegawai pajak di Palangkaraya.

“Ada kisah menarik putera puteri Inoenk, ketika terjadi penangkapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar tempo hari. Kompak mereka meminta Inoenk berhenti jadi hakim karena merasa malu dengan professi ayahnya. Juga kompak berdua menyatakan biarlah mereka yang bekerja untuk menopang ekonomi orang tuanya,” Tulis Ilham Bintang, Selasa (9/5/2017).

Sarjana Hukum jebolan  SI Universitas Airlangga dan S2 Universitas Gajahmada dan terakhir Lemhanas (2016) ini adalah mantan Atlet Hoki  PON Jatim dan Atlet Tennis mewakili Provinsi  di mana dia bertugas waktu itu.

Inoenk juga berani memvonis seumur hidup koruptor BLBI saat menjabat sebagai majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tak hanya itu, mantan asisten Mahkamah Agung ini waktu bertugas di Semarang juga memutus sengketa Gubernur Jateng lawan Pengacara Kondang Yusril dengan menghukum hakim temannya sendiri karena menerima suap dan beberapa koruptor serta pejabat Bupati Karang Anyar.

“Keberaniannya untuk berbeda dengan alasan hukum yang rasional itulah yang membuat Ketua Mahkamah Agung Marsekal Sarwata sangat membanggakannya,” tulis Ilham Bintang.

Baca juga : 'Ini Skenario Agar Ahok Tak Lagi Menjabat Gubernur’