-->
Jakarta > Pemerintahan

Mengapa Tong Sampah Saja Harus Impor? Begini Jawaban Pemprov DKI

Senin, 04 Juni 2018 10:11 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Tong sampah made in Jerman.
Tong sampah made in Jerman.
Foto : istimewa

Share this








Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menilai harga tong sampah impor asal Jerman sangat kompetitif. Pembelian dilakukan lewat sistem e-purchasing.

JAKARTA – Tidak hanya soal permohonan zakat Rp 1 juta atau permintaan THR dari ormas yang viral. Baru-baru ini juga tong sampah made in Jerman menjadi pembahasan hangat di media sosial. Berasal dari screenshot situs e-Katalog LKPP.

Bagaimana tidak, hanya tong sampah saja, harus made in Jerman. Pengadaan tong sampah sebanyak 2.640  unit dengan harga satuan USD 253,62 atau Rp 3.599.375,04. Ada pula ongkos kirim sebesar USD 5.581 atau Rp 79.205.552.

Garbage bin 660 liter tersebut bermerk Weber, berwarna hijau dengan tutup oranye dan roda di bagian bawah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji tidak menampik. Pembelian tong sampah lewat sistem e-purchasing melalui e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Soal harga, bisa dibandingkan dengan barang sejenis.

"Mekanisme e-purchasing memberikan keleluasaan bagi pemerintah untuk memilih produk yang benar-benar sesuai kebutuhan dengan harga terbaik. Silakan dibandingkan, ternyata memang harga produk sejenis di toko-toko online, rata-rata lebih mahal dari harga kami beli melalui e-katalog LKPP," kata Adji dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/6/2018). 

Menurut Adji, produk yang tersedia di e-katalog hanya barang impor dari China dan Jerman. Tong sampah diimpor oleh PT Groen Indonesia. Ini bukan perusahaan abal-abal.

“Sejatinya, pengadaan tong sampah hanya sebagai upaya Pemprov DKI melakukan modernisasi proses pengumpulan sampah sehingga bisa seperti di kota-kota maju dunia,” tuturnya.

Contoh, satu orang menghasilkan 2-3 liter sampah per hari. Tong sampah ini bisa menampung untuk 330 orang atau 70 KK. Lalu, ketika jadwal pengangkutan garbage bin, petugas dapat mendorong ke lokasi truk compactor dan mengaitkan ke kait hidroliknya, maka sampah akan terangkat ke dalam truk compactor. “Persis seperti di negara-negara maju," ucap Adji. 

 

Berita Terkait

 
    -->