Jumat, 08 Juni 2018 11:30:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih
Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line
Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: ver2/pagedetail.php

Line Number: 149

Foto :
 

JAKARTA - Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti menyebutkan tren kenaikan penumpang kereta Rel Listrik (KRL) terus meningkat setiap tahunnya. Untuk Lebaran 2018, Wiwik memprediksi kenaikkan penumpang KRL akan terjadi sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya.

"Ya kita baru prediksikan ya, belajar dari tahun lalu kita kali-kalikan ya 8 persen lonjakan kenaikannya atau 1,3 juta penumpang," ungkap Wiwik di Aroma Sedap, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Prediksi ini dijelaskan Wiwik melihat rata-rata penumpang KRL saat ini mencapai 1 juta penumpang per hari atau tumbuh hingga 132 persen dibanding tahun 2013, yang hanya mencapai 431.886 penumpang per hari.

Sementara untuk  pertumbuhan penumpang pada musim angkutan Lebaran tiap tahunnya, tercatat H-7 sampai dengan H+7 untuk musim Lebaran tahun 2016, PT KCI berhasil melayani 9,9 juta penumpang.

"Sedangkan pada H-7 sampai dengan H+7 musim Lebaran tahun 2017, kita berhasil melayani 11 juta penumpang atau meningkat 10,4 persen dari tahun sebelumnya," lanjutnya.

Untuk penumpangnya sendiri, Wiwik menyebut rata-rata lonjakan terjadi dengan adanya penumpang musiman atau penumpang yang sebelumnya tidak naik KRL sebagai moda transportasi. Menurutnya, kebanyakan akan menuju ke tempat-tempat wisata. Dalam hal ini, ada tiga stasiun yang diprediksi mengalami kepadatan yaitu Stasiun Bogor, stasiun Tanah Abang, dan stasiun Bekasi.

Selama masa Libur Lebaran, Wiwik menghimbau masyarakat untuk selalau hati-hati dan waspada. “Ini ada penumpang yang tidak rutin naik KRL yah. Mereka biasanya mengunjungi tempat wisata. Jadi jangan sampai lengah, tetap prioritaskan keluarga. Jangan paksakan masuk kalau kereta sudah penuh,” tutupnya

Baca Juga

Berikan Komentar Anda