Jakarta > Pemerintahan

Debat Final Pilkada DKI 2017

Komunitas UMKM Keluhkan Permodalan, Ini Jawaban Ahok dan Sandi

Rabu, 12 April 2017 20:41 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Ivan Dipiadi

Debat Pilkada DKI
Debat Pilkada DKI
Foto : istimewa

Share this





Dalam hal ini, pasangan nomor urut 2 kekeuh soal arus kas, sementara pasangan nomor urut 3 promosi Ok Oce.

JAKARTA – Debat Final Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua masuk sesi II. Itu artinya, warga yang tergabung dalam komunitas khusus bisa bertanya langsung kepada para pasangan calon gubernur.

Komunitas UMKM dapat kesempatan pertama untuk melontarkan pertanyaan. Diwakili oleh salah satu anggotanya Hermawati, mereka mengeluhkan soal kesulitan permodalan.

“Terobosan apa yang akan dihadirkan bapak untuk mengatasi masalah (permodalan) ini?” tanya Hermawati kepada para pasangan calon di ruang debat, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017) malam.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab. “Dua tahun terakhir ini kami memaksa pelaku UMKM  buka rekening bank. Ini bukan sebagai bentuk jaminan (antara pemberi dan penerima modal), tapi supaya arus kas-nya jelas. Bukan juga soal bagi hasil 80 (pelaku UMKM) : 20 (pemberi modal/pemerintah), tapi agar arus kas jelas supaya semua UMKM bisa dapat (bantuan modal) ke depannya,” katanya.

Setelah waktu menjawab paslon nomor urut dua habis, giliran paslon nomor urut tiga menjawab. Tanggapan ini diwakili Cawagub Sandiaga Uno.

“Hampir 15 tahun saya mendalami pemberdayaan UMKM. Dari situ, saya paham ada tiga masalah utama UMKM. Pertama lahan usaha, kedua masalah pemasaran, dan ketiga adalah permodalan,” papar Sandi.

“Oleh karena itu, program OK Oce mendorong kredit khusus perempuan (pelaku UMKM) tanpa jaminan, bahkan diberikan pendampingan berupa mentoring. Oke oce bisa jadi solusi masalah permodalan,” tambahnya seraya menunjukkan gambar Ok Oce Mart yang sudah beroperasi.