Jakarta > Pemerintahan

Pilkada DKI 2017

Ketika Negarawan Menentang Tamasya Al-Maidah

Selasa, 18 April 2017 20:50 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

jakarta
Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
Foto : istimewa

Share this








Berbagai reaksi keluar dari sang negarawan, mengikapi tamasya Al-Maidah pada saat pemilihan Pilkada DKI Jakarta besok.

JAKARTA - Berbagai tokoh besar Indonesia serentak menentang pengerahan massa, dari luar Jakarta untuk “mengawasi” jalannya Pilkada DKI Jakarta. Berdalih membela agama, mereka menamakan diri sebagai massa Tamasya Al-Maidah.

Tak ayal bermacam-macam reaksi terlontar dari sang negarawan, sebut saja Jusuf Kalla Wakil Presiden Indonesia, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (Oso), dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kala, rombongan Tamasya Al-Maidah tidak membuat Jakarta lebih kondusif, justru hanya menimbulkan masalah. Seharusnya masyarakat luar daerah mempercayakan pesta demokrasi ini kepada tuan rumah, masyarakat DKI Jakarta. "Kalau orang luar awasi TPS, berarti mereka tidak percaya orang Jakarta," kata dia di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Lebih tegas, bahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, menyampaikan kepada ribuan personel Polri dan TNI untuk menindak tegas mereka yang mengganggu jalannya Pilkada DKI.

"Aparat sudah diberikan instuksi untuk menindak tegas secara hukum siapapun yang coba ingin ganggu, memberikan ancaman melakukan intimidasi atau arahkan massa hanya untuk membuat suasana yang sangat demokratis ini menjadi terganggu," kata Wiranto di Econvention, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2017).

Baca juga : Mengenang Masa Kecil dengan Colt T-120

Kemudian ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (Oso) mengaku siap menghadapi Tamasya Al Maidah. Bahkan Ketua DPD RI itu juga tidak takut dengan pengerahan massa tersebut.

"Enggak ada takut itu. Kita kalau mau mati, sudah dari dulu mati," ujar OSO di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Sedangkan Panglima TNI siap duduk di meja hijau jika terjadi kekacauan di DKI Jakarta, dia mengatakan hal tersebut pada saat memberikan pengarahan ke anggotanya, Total ada sekitar 15 ribu anggota TNI yang dikerahkan untuk 19 April 2017 besok. "Ini direkam, yang sebagai terdakwa yang memberi perintah kamu, Panglimamu sebagai terdakwa. Jelas?" tanya Gatot disambut seruan para personel.