Selasa, 05 Juni 2018 08:52:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggelar tes urine untuk mengecek kesehatan dan narkoba terhadap 200 sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang
Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggelar tes urine untuk mengecek kesehatan dan narkoba terhadap 200 sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang
Foto : Amin Hayyu Al Bakki
 

JAKARTA - Jelang arus mudik Lebaran Idul Fitri, Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta mulai melakukan berbagai persiapan. Antara lain mengecek kesehatan para supir bus angkutan kota.

“Jadi memang ada satu hal yang kita ubah. Sopir yang membawa orang pulang kampung kalau dulu hanya diperiksa di terminal tetapi kita sekarang kita datangin ke perusahaan asal. Baru nanti waktu mau pulang kita periksa lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi di Balaikota, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Untuk pengecekan kesehatan, sudah dilakukan sejak 1 Juni 2018 menggunakan tenaga medis dari puskesmas kecamatan dari masing-masing tempat pengusaha bus. Selain di kantornya, Dinas Kesehatan DKI juga akan periksa kesehatan supir bus di sembilan terminal bus saat H-7 Lebaran.

“Jadi 44 kecamatan itu semua akan turun ke masing-masing. Sedangkan yang ke terminal, pelabuhan Muara Angle, kereta api, semua ditangani petugas puskesmas. Itu terus sampe hari raya plus 8 hari. Jadi H-7  hari raya dan 8 hari sesudah hari raya,” urainya.

Dia menghimbau pengusaha bus taat aturan. Tidak menugaskan supir yang mengalami masalah kesehatan.

“Diperkirakan ada 1.636 supir yang akan diperiksa untuk pulang kampung. Itu untuk yang supir aja. Untuk yang masinis lain lagi, kemudian beberapa pilot juga kita lakukan,” imbuhnya. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda