Sunter Ancol > Laporan Utama

Pengerukan Kali Ancol

Rabu, 11 Januari 2017 18:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pengerukan Kali Ancol
Pengerukan Kali Ancol

Share this





Pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Wali Kota Jakarta Utara berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

PADEMANGAN - Sebanyak 5 alat berat milik Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dikerahkan untuk  melakukan pengerukan di Kali Ancol, Rabu (11/1/2017).

Menurut Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi, itu kegiatan rutin. Tujuannya mengantisipasi genangan saat musim penghujan. Terlebih, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2017.

“Namun, proses detailnya saya tidak tahu pasti. Data ada di Suku Dinas Sumber Daya Air,” katanya.

Yang pasti, pengerukan kali dilakukan tanpa batas waktu. Dia berharap hasilnya optimal, Jalan RE Martadinata tidak lagi tergenang air.

"Pelaksanakan sampai kira-kira di rasa sudah cukup, sekarang masih pendalaman. Harapan jika sudah dilakukan pendalaman maka air yang bisa ditampung lebih banyak lagi. Ke depan, tidak hanya Kali Ancol, kami juga akan melakukan normalisasi di sejumlah kali lainnya," pungkas Wahyu.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Pagar Pembatas Kali Rusak, Warga Khawatir Jatuh di Jalan RE Martadinata

Rabu, 18 Januari 2017 20:59 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi pagar pembatas kali rusak. (IST)
Ilustrasi pagar pembatas kali rusak. (IST)

Share this





Warga mulai mengeluhkan kerusakan yang terjadi pada pembatas kali di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara.

PADEMANGAN - Sejumlah pagar pembatas jalan dengan Kali Ancol yang berada di jalan RE Martadinata banyak yang rusak. Dilihat dari bentuk fisik kerusakan itu, dapat dinilai sudah berlangsung lama dan hingga kini belum ada perhatian khusus dari pihak terkait.


Ryan (28) seorang pengendara roda dua mengatakan, banyaknya pagar pembatas kali yang rusak membuatnya takut saat melintas di Jalan RE Martadinata.

"Kalau pembatasnya pada patah serem. Nanti kalu lewat sini (RE Martadinata) bisa masuk ke kali," ujarnya Ryan saat ditemui Infonitas.com di Jalan RE Martadinata,Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (18/1/2017).

Ia juga menuturkan, jalanan tersebut minim penerangan jalan. Sehingga, ujarnya, pengguna jalan yang melintas harus waspada dengan kejahatan jalanan.

"Lampu jalannya juga banyak yang mati, jadi sedikit gelap. Takutnya kalau gelap banyak kejahatan jalanan," tuturnya.

Sementara, Novi (43)  juga penegndara kendaraan bermotor mengungkapkan, pembatas kali yang rusak, di Jalan RE Martadinata juga banyak. Hal tersebut tentunya dapat mengganggu pengguna jalan yang melintas.

"Pembatas kali banyak yang patah, jalan juga rusak. Kalu ada kecelakaan pasti bisa nyebur ke kali. Bahaya banget nih!," pungkasnya dengan nada kesal.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Senam Bersama Klub Jantung Sehat

Senin, 19 Desember 2016 11:51 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

senam jantung
senam jantung

Share this





Senam bersama Klub Jantung Sehat merupakan rangkaian festival Klub Jantung Sehat Jakarta Utara.

JAKARTA – Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi mengapresiasi kegiatan senam bersama yang digelar Badan Pelayanan Kesehatan Jiwa (BPKJ) Jakarta Utara di halaman Plaza Barat, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (19/12/16).

Senam bersama dengan ratusan anggota Klub Jantung Sehat Jakarta Utara itu merupakan rangkaian Festival Klub Jantung Sehat.

"Saya bangga. Ini dapat memotivasi kita semua untuk selalu berolahraga. Rutin berolahraga dapat mempertahankan kebugaran tubuh sehingga bisa terhindar dari segala macam penyakit," ungkap Wahyu saat membuka Festival Klub Jantung Sehat Jakarta Utara.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan anggota klub jantung sehat melakukan senam pagi bersama seraya mengenakan pakaian olahraga putih merah. "Saya ucapkan selamat berolahraga semoga apa yang kita dapat akan menjadi bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat," ujar walikota.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Tanjungpriok Siapkan Rencanakan Pembangunan RPTRA Baru

Selasa, 29 Maret 2016 16:36 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Adi Wijaya

Salah satu RPTRA di Jakarta
Salah satu RPTRA di Jakarta

Share this





Jika seluruh anggaran dan izin pembangunan bisa dikeluarkan tahun ini, maka seluruh pengerjaannya bisa segera dimulai.

TANJUNGPRIOK – Kecamatan Tanjungpriok, Jakarta Utara berniat untuk menambah 12 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di seluruh kelurahan yang ada.

Camat Tanjungpriok Syamsul Huda mengatakan, realisasi rencana ini masih dalam pembahasan dengan dinas terkait, meski pihaknya sudah siap melaksanakan pembangunan.

“Kita rencananya akan bangun 12 RPTRA, tapi untuk tahun 2016 akan dibangun 10 dulu, sedangkan 2 RPTRA lainya rencananya akan dibangun tahun depan, karena masih ada kendala," katanya saat dihubungi Infonitas.com, Kamis (29/3/2016).

Ia menuturkan rencananya pembangunan seluruh RPTRA tersebut akan menggunakan dana anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2016

"Yang sepuluh itu karena tahun ini dibangunya, jadi menggunakan anggaran di tahun 2016, sedangkan lahan yang belum mendapatkan ijin akan menggunakan anggaran tahun depan," jelasnya.

Ditambahkan olehnya, kedua RPTRA yang terkendala pengadaan lahan adalah Taman Karapan Sapi di Jl. R.E Martadinata dan taman di Jl. Warakas. Namun, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi sudah menyurati PT KAI terkait izin pemakaian lahan tersebut.

"Pak Wali Kota sudah memberikan surat ke pihak KAI. Jika sudah mendapatkan ijin untuk RPTRA tersebut bisa dibangun di tahun 2016 ini," tutupnya.







Sunter Ancol > Laporan Utama

Akibat Pengerukan Kali, Turap Kali Ancol Rusak

Rabu, 17 Februari 2016 20:16 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu

Turap Ancol
Turap Ancol

Share this





Turap Kali Ancol rusak parah sepanjang 10 meter akibat pengerjaan pengerukan kali.

PADEMANGAN - Sebuah turap di Kali Ancol, tepat di samping pintu air Ancol rusak parah. Kerusakan sepanjang 10 meter tersebut akibat proyek pengerukan kali yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Pantauan infonitas.com, turap di Kali Ancol, depan Hailai Diskotik, patah dan longsor ke bawah. Tak hanya itu, air kali yang mengalir ke laut ikut membawa sisa material dan tanah sehingga permukaan tanah menjadi miring.

Di atas turap yang rusak tersebut juga terlihat tumpukan karung berisi pasir. Hal itu dilakukan agar air di Kali Ancol yang sewaktu-waktu tinggi tidak meluap kejalan.

Seorang tukang ojek, Anto (47), mengatakan rusaknya turap tersebut karena digunakna untuk jalur perlintasan alat berat waktu melakukan pengerukan kali
"Dulu waktu kalinya dikeruk itu dijadiin lintasan alat berat makanya jadi rusak gitu sekarang alat beratnya sudah tidak kelihatan lagi," ujarnya

Hal senada dikatakan Indra (52). Pedagang minuman ini mengatakan semenjak pengerukan kali, kerusakan turap itu diperbaiki seperti semula. Hal itu membuat jalur masuk ke Ancol tergenang air "Kalau pas lagi hujan, airnya suka meluap ke atas. Makanya jalan di sini suka tergenang kira-kira setinggi mata kaki," pungkasnya