Jakarta > Pemerintahan

Kemenhub Optimis, 2 Ribu Kendaraan Berkurang Masuk Jakarta

Sabtu, 10 Maret 2018 13:08 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Sistem ganjil genap di pintu Tol Bekasi Barat dan Timur dapat mengurangi 2 ribu kendaraan yang masuk ke Jakarta

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menetapkan kebijakan ganjil genap di Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Maret mendatang.

Tiga hari menjelang implementasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sudah mulai melakukan serangkaian persiapan baik di GT maupun di dalam tol. Hal ini ditujukan akan kebijakan pemerintah ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan. 

“Kami siapkan jalur untuk bus dengan marka-marka, spanduk-spanduk, rambu-rambu, serta VMS, sosialisasi di media sosial (medsos) juga rutin kami lakulan. Diharapkan masyarakat siap dengan peraturan kemenhub ini,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Arryani di kantor pusat Jasa Marga, TMII, Jakarta Timur, Kamis (8/3/2018). 

Dengan adanya kebijakan ini, Desi berharap terjadi penuruan beban kapsitas di GT Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta. Ia menyebut setidaknya terjadi penurunan kapasitas hingga 25 persen nantinya. 

“Kalau analisa lalin di Bekasi Barat dan Timur jumlahnya hingga 8 ribu kendaraan, paling tidak sekitar 25 persen atau 2 ribu kendaraan akan berkurang,” lanjutnya. 

Desi mengaku optimis bisa mencapai angka penurunan ini terlebih pihaknya juga memiliki sistem repetitive Transcranial Magnetic Stimulation ( rTMS). Dengan sistem ini mereka bisa melakukan peringatan dini atau early warning system sebelum terjadi beban atau kepadatan lalu lintas luar biasa di lokasi tertentu.

“Ini cocok dengan parking ride bisa menampung 2 ribu.Ada rTMs juga sehingga kecepatan yang tadinya 15,20,25 KM/jam bisa 35,40,45 KM/Jam saat diberlakukan aturan tersebut,” imbuhnya.