Kamis, 20 September 2018 15:32:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Kemenhub Batalkan Pembuatan Aplikasi Online Plat Merah, Ini Alasannya
Ilustrasi Online Dating (Ist)
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluruskan kabar soal rencana pembuatan aplikasi transportasi online. Pemerintah tidak akan menjadi aplikator ataupun pembuat aplikasi online tersebut. 

Direktorat Jendral Perhubungan Darat Budi Setiadi mengatakan aplikasi online akan direalisasikan oleh pihak swasta atau Badan Usaha Milik Negeri (BUMN). Namun tetap saja, tergantung dari instansi itu sendiri, apakah mereka mau membuatnya atau tidak. 

“Tidak mungkin Kemenhub yang membuatnya. Pemerintah akan menjadi operator enggak mungkin. Apakah badan usaha baru atau swasta ya saya persilahkan. Saya sangat berharap soal pemahaman dari media aplikator plat merah itu. Enggak ada isu itu lagi," ujar Budi Setiadi di Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Kendati begitu, pihak Kemenhub akan berfokus menjadi regulator dalam rencana. D, tidak akan lagi mencampuri soal skema bisnis aplikasi online baru dan juga realisasi aplikasi online baru yang belakangan digembar-gemborkan.

"Kemudian dari dua aplikator ini dari dua aliansi ini tidak menguntungkan. Dari mereka perlu ada aplikator baru yang disiapkan pemerintah tapi saya menanggapi itu semua sampai saat ini kami konsentrasi sebagai regulator," kata Budi. 

Setelah sesi konfrensi pers, Budi berharap kabar soal isu aplikator plat merah menghilang. Sebab, ia khawatir jika kabar ini terus melebar akan merugikan beberapa pihak terkait dalam perumusan aplikasi online plat merah tersebut. 

"Jadi kami harapkan isu aplikator plat merah ini tidak ada lagi. Istilahnya tidak ada goverment or kemenhub menyambut masalah aplikator or to build aplikasi yang being called plat merah itu later on," pungkas dia. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda