Jakarta > Pemerintahan

Kebakaran di Jakarta Banyak Terjadi karena Arus Pendek Listrik

Jumat, 22 September 2017 17:33 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi kebakaran. (Ist)
Ilustrasi kebakaran. (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Kebakaran di Jakarta kerap terjadi karena arus pendek listrik dan di pemukiman padat penduduk dan rumah-rumah bedeng.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, kebakaran di Jakarta banyak di dominasi oleh hubungan arus pendek listrik. Kebakaran kerap terjadi di pemukiman padat penduduk dan rumah-rumah bedeng.

"Sebagian besar kebakaran di Jakarta karena arus pendek, itu sampai bulan Agustus itu ada 496 kasus kebakaran. Berarti rata-rata setiap hari itu ada dua titik, kalau di rata-rata kedua lokasi kebakaran itu sebagian besar di pemukiman-pemukiman padat penduduk dan pemukiman ilegal," ujar Djarot di Balaikota Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov DKI sudah menyediakan mobil pemadam kebakaran dibeberapa titik rawan. Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat untuk lebih patuh dalam membangun rumah untuk meminimalisir kebakaran

"Kita sebar ya di titik itu ada dua kendaraan kita, itu sampai saat ini ada 108 titik itu upaya kita, upaya lainnya menyampaikan warga tertib dalam pembangunan, kemudian selalu mengecek sambungan listrik, itu terus kita lakukan," tegasnya.

Djarot juga meminta petugas pemadam kebakaran untuk lebih siaga. Hal ini ditujukan agar peristiwa kebakaran bisa lebih cepat ditanggulangi.

"Petugas pemadam kebaran itu bukan hanya memadamkan kebakaran tapi juga menyelamatkan dan penanggulangan. Tapi juga menyelamatkan risiko sangat tinggi. Maka komponen di dalam harus diperbesar karena risiko nya tinggi, kita harus hitung risiko itu serta keahlian, tidak semua orang bisa ditempatkan di unit penanggulangan kebakaran," tutupnya.