Jakarta > Pemerintahan

Pilkada DKI 2017

Kampanye Ahok Via Medsos Dinilai Tak Akuntabel

Sabtu, 18 Maret 2017 14:19 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Nurul Julaikah

Ilustrasi Ahok
Ilustrasi Ahok
Foto : istimewa

Share this





Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta kali ini, strategi kemenangan yang dilakukan oleh Ahok dengan berkampanye melalui medsos untuk meminimalisir blunder.

JAKARTA – Cara berkampanye dengan live di Media Sosial (Medsos) bertujuan untuk meminimalisir blunder yang dilakukan oleh Calon Gubernur pertahanan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pasalnya, putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta sangat menentungan kemenangan bagi para Pasangan Calon (Paslon).

Pengamat Politik dari LIPI Siti Zuhro mengatakan, strategi yang digunakan oleh Ahok merupakan cara mendulang suara ke semua basis suara yang sudah atau belum memberikan dukungan. Trik yang dilakukan oleh calon incumbent ini lebih pada mencari simpati baik dalam bertutur kata maupun janji-janji program sehingga pemilih yakin untuk memilih paslon ini.

“Bisa jadi karena saat ini sedang menghadapi putaran kedua yang sangat menentukan kemenangan calon, petahanan berusaha hati-hati jangan sampai melakukan kesalahan atau blunder yang membuat ahok kalah,” ujar Siti Zuhro kepada infonitas.com, Sabtu (18/3/2017).

Namun, Ia mempertanyakan kualitas kampanye yang diterapkan oleh Ahok. Sebab, Siti menganggap cara tersebut kurang informative, tidak transparan dan membuat masyarakat penasaran.

“Namanya kampanye mestinya ya terbuka dan bisa diketahui umum. Kecuali rapat rahasia yang tak boleh diketahui publik,” ucapnya.

Baca juga : Ini Trik Ahok-Djarot Menangkan Pilkada DKI Putaran Kedua

Peneliti dari LIPI ini mengungkapkan, semua tahapan Pilkada seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel, dalam hal ini termasuk kampanye. Untuk itu, publik sebenarnya berhak mengetahui dan diberi akses informasi kegiatan calon dalam masa kampanye yang tidak lepas untuk mendapat simpati dan dukungan rakyat.

“Ini untuk well informed. Jadi apa masalahnya? kenapa publik tak dibolehkan mengetahui aktivitasnya?,” jelasnya.

Untuk diketahui, Sejak kemarin, Ahok melancarkan program talk show yang disiarkan secara langsung dari akun sosial medianya di Facebook, Instagram, Periscope, Twitter, dan Youtube. Acara ini akan digelar rutin tiap Jumat pukul 19.00-20.00 WIB.