Jakarta > Pemerintahan

Jawaban Bijak Anies Baswedan Soal Tong Sampah Jerman

Rabu, 06 Juni 2018 11:00 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto : istimewa

Share this








Anies Baswedan memberikan jawaban bijaksana terkait pengadaan tong sampah buatan Jerman.

JAKARTA – Pengadaan tong sampah buatan Jerman oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menuai polemik. Pasalnya, anggaran untuk pengadaan tong sampah ini bernilai fantastis, hingga Rp 9,6 miliar untuk 2.600 tempat sampah.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapinya dengan santai dan membandingkannya dengan kota lain. Menurut Anies, kota-kota lain di Indonesia sudah terlebih dahulu menggunakan tong sampah bermerk Garbage Bin 660 liter.

“Apakah Jakarta kota satu-satunya? Tidak, Surabaya sudah mulai menggunakan ini mulai tahun 2013, kemudian daerah lain yang menggunakan ada, Probolinggo, Bandung, Medan, Palembang, Malang,” ujar Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

Selanjutnya, terkait masalah anggraan, kata Anies, pengadaan tong sampah sudah bermula sejak 2015. Dari melakukan pembelian truk sampah atau truck compactor pada 2016 dan menyusul anggaran pembelian tong sampah yang compatible dengan truk compactor tersebut.

“Jadi awalnya adalah truknya dulu, sesudah truk kemudian tempat sampahnya dan tempat sampahnya diadakan pada 2017. Nah, pemilihannya mengikuti barang yang tersedia di LKPP, jadi barang itu bukan dapat melalui tender tapi didapat melalui pembelian lewat e-katalog,” terang Anies.

Sementara, keunikan dari tong sampah itu Anies menuturkan sudah menjadi kesatuan dengan truk compactor. Nantinya, sebelum dilakukan pengangkatan oleh petugas, tong sampah harus disambungkan dulu dengan bagian truk dan dilakukan pengepresan.

“Sebenarnya sederhananya gini karena truknya truk compactor artinya barang (sampah) dimasukkan dan di press di situ. Sehingga, saat menggunakan alat ini maka petugas akan membawa ke depan truknya lalu diangkat masuk ke dalam truk lalu dipadatkan, jadi itu yang menjadi unik di sini,” pungkasnya.