Jakarta > Pemerintahan

Menyoal Penggusuran Di Jakarta

Inilah 12 Wilayah Korban Gusur Ahok-Djarot

Selasa, 10 Oktober 2017 14:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Chandra Purnama

kawasan Bukitduri
Sisa Penggusuran di kawasan Bukitduri, Jakarta Selatan.
Foto : Chandra Purnama

Share this








Dari 12 wilayah yang menjadi korban gusur Ahok-Djarot, 4 di antaranya berada di Jakarta Utara.

JAKARTA – Selama masa kepemimpinan sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) tercatat sudah 12 kali melakukan penggusuran. Sasarannya, mulai dari wilayah kumuh, pasar tradisional, hingga tempat prostitusi.

Berdasar data yang diperoleh infonitas.com, sejumlah kawasan berubah fungsi hanya dalam waktu 3 tahun:

1. Kolong Tol Prof Sedyatmo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Penertiban dilakukan pada 29 Februari 2016. Meski pada tahun 2015 pernah ditertibkan, namun warga kembali menduduki kolong tol tersebut. 

"Dalam penertiban ini tidak ada warga yang direlokasi ke rusun, karena warga bukan penduduk Jakarta dan menempati lahan negara," kata Kepala Biro Tata Ruang Dinas Tata Kota DKI Jakarta, Benny Agus Candra, Selasa (10/10/2017).

2. Bangunan liar di Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Alasan penggusuran, untuk mengoptimalkan proyek normalisasi Waduk Pluit yang telah berjalan sejak tahun 2012. Dalam penggusuran itu Pemprov DKI berhasil membongkar 7.000 unit rumah dari 10.000 unit rumah yang ada.

3. Pasar Ikan, Jakarta Utara.

Direlokasi pada 30 Maret-1 April 2016. Kawasan Pasar Ikan rencananya akan diubah menjadi kawasan wisata maritim. Warga yang menjadi korban penggusuran direlokasi ke Rusunawa Marunda, Jakarta Utara dan Rusunawa Rawa Bebek, Jakarta Timur.

4. Pemukiman Luar Batang, Jakarta Utara.

Selain karena dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) soal pembangunan, kawasan itu akan dijadikan tempat wisata bahari dan religi di sekitar Masjid Luar Batang.

"Penggusuran dilakukan di tiga lokasi di kawasan Luar Batang, yakni Kampung Akuarium, Pasar Ikan, dan sekitar Museum Bahari," lanjut Benny.

5. Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Ada ratusan rumah yang digusur Pemprov DKI Jakarta di tempat ini. Alasan penertiban untuk memuluskan program normalisasi sungai Ciliwung.

Pengerukan sedimentasi sungai dilakukan agar banjir kiriman dari Bogor tidak meluap ke permukiman warga. "Warga direlokasi ke Rusunawa Jatinegara Barat, Rusun Cibesel dan Rusun Pulogebang di Jakarta Timur," ungkap Benny.

6. Kawasan Bidaracina, Jakarta Timur.

Kawasan ini juga terkena imbas normalisasi Sungai Ciliwung. Ditertibkan karena akan dibuat sodetan. "Khusus Bidaracina yang memiliki sertifikat, Pemprov membayar ganti rugi kepada mereka yang memiliki sertifikat," jelasnya.

7. Bukitduri, Jakarta Selatan.

Penggusuran dilakukan pada 4-12 januari 2016 dengan alasan normalisasi Kali Ciliwung. Warga yang terkena penggusuran di relokasi rusunawa Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur.

8. Kawasan Rawajati, Jakarta Selatan.

Kawasan ini ditertibkan karena Pemprov DKI ingin mengembalikan sebagai jalur hijau. Warga korban penggusuran direlokasi ke Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara.

9. Wilayah Menteng Dalam, Jakarta Selatan.

Sebanyak 185 bangunan liar di atas saluran air sepanjang 500 meter di Jalan Menteng Pulo, RT 05 RW 14, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

10. Kawasan Pinangsia RW 06.

Kawasan Pinangsia RW 06 yang memiliki tiga kampung yaitu Kunir RT 04, Balokan RT 05 dan RT 06 di Kecamatan Tamansari Jakarta Barat. Kampung yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini semuanya berada di pinggiran sungai Anak kali Ciliwung.

11. Kawasan Prostitusi Kalijodo, Jakarta Barat.

Kawasan ini diubah menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Penggusuran dilakukan pada 18-19 Januari 2016 dengan alasan peruntukan jalur hijau. Warga direlokasi ke Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara dan Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur.

12. Bantaran Kali Krukut, Jakarta Pusat

Ratusan bangunan liar yang berdiri di bantaran kali Krukut, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, dibongkar paksa petugas Satpol PP pada Rabu 30 September 2015.