Jakarta > Pemerintahan

Pilkada DKI 2017

Ini Trik Ahok-Djarot Menangkan Pilkada DKI Putaran Kedua

Sabtu, 18 Maret 2017 12:41 WIB
Editor : | Sumber : DBS

Ilustrasi Ahok
Ilustrasi Ahok
Foto : istimewa

Share this








Pola kampanye yang diterapkan oleh pasangan calon (Paslon) incumbent Ahok-Djarot pada putaran kedua kali ini berbeda dari sebelumnya.

JAKARTA – Pada putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, agenda kampanye Calon Gubernur pertahanan Basuki Tjahaja Puranama (Ahok) dipublikasikan via media sosial. Hal ini bertujuan, untuk menaikkan elektabiltis kandidat incumbent tersebut.

Sejak kemarin, Ahok melancarkan program talk show yang disiarkan secara langsung dari akun sosial medianya di Facebook, Instagram, Periscope, Twitter, dan Youtube. Acara ini akan digelar rutin tiap Jumat pukul 19.00-20.00 WIB.

Menurut Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, strategi pemenangan suara yang digunakan pada putaran kedua kali ini berbeda dengan sebelumnya. Ia menjelaskan, sebenarnya kampanye dapat bersifat terbuka maupun tertutup.

"Sekarang agenda Pak Ahok lebih banyak tidak dipublikasikan, kenapa? Dia sudah terkenal yang belum terkenal kan Djarot," kata Djarot di Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, dirinya memang lebih banyak melakukan tatap muka dengan warga secara langsung. Hal ini, untuk menggenjot popularitas Djarot yang berdampak terhadap tambahan suara di luar pendukung setia Ahok.

"Malah untung dong karena Djarot semakin terkenal. Itu akan menambah suara yang sudah loyal ke Pak Ahok," kata Djarot.

Baca juga : Debat Putaran Kedua Lebih ke Penajaman Visi Misi

Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, sebenarnya Ahok tetap berkampanye namun jauh dari sorotan media. Karena, pihaknya ingin menerapkan program kesehatan bernama 'ketok pintu layani dengan hati.'

"Kampanye itu bisa bersifat terbuka bisa juga tatap muka terbatas. Bisa dipublikasi secara luas, bisa juga hanya dibicarakan di internal," kata Djarot.