Jakarta > Pemerintahan

Ini Tempat Hiburan yang Tutup dan Buka Selama Ramadan

Kamis, 18 Mei 2017 15:04 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ilustrasi Hiburan Malam
Ilustrasi Hiburan Malam
Foto : istimewa

Share this








Ada jenis tempat hiburan yang harus ditutup selama Ramadan dan ada yang boleh buka namun diatur jam operasionalnya.

JAKARTA – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, Pemprov DKI mewajibkan kepada seluruh pelaku industri hiburan malam untuk tutup satu hari sebelum Ramadan sampai satu hari setelah Idul Fitri. Sedangkan, untuk usaha jenis hiburan karaoke dan musik hidup lainnya hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 20.30 hingga 01.30 WIB.

Adapun jenis hiburan yang harus ditutup adalah kelab malam, mandi uap, griya pijat, permainan jenis keping bola ketangkasan, usaha bar yang berdiri sendiri dan yang terdapat kelab malam, dan diskotek. "Bola sodok yang tidak satu ruangan dengan musik hidup, karaoke atau tidak dengan hiburan malam operasinya mulai pukul 10.00 sampai 24.00 WIB," ujarnya, Kamis (18/5/2017).

Namun, lanjut Catur, bila satu ruangan dengan karaoke dan musik hidup bisa beroperasi pukul 20.30-01.30. Jika bola sodok satu ruangan dengan kelab malam, diskotik, mandi uap, griya pijat, permainan jenis keping bola ketangkasan, usaha bar yang berdiri sendiri dan yang terdapat kelab malam, dan diskotek, maka harus tutup.

Baca Juga : Beragam Kegiatan Ala Ketua RW 10 Pondok Labu

Sedangkan, untuk penyelenggaraan jenis usaha diskotek yang diselenggarakan menyatu dengan kawasan komersial dan area hotel minimal bintang empat, serta tidak berdekatan dengan rumah warga, rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit dikecualikan.

“Terhadap penyelenggaraan usaha pariwisata yang berada di hotel berbintang diberlakukan ketentuan pasal 2 ayat (4) dan (5) Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 98 tahun 2004 tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata,” tuturnya.

Meski demikian, waktu operasional industri seperti bola sodok, karaoke, musik hidup dan lain-lain diwajibkan tutup satu hari sebelum Ramadan, hari pertama Ramadan, malam Nuzulul Quran, satu hari sebelum Idul Fitri, hari pertama dan kedua Idul Fitri, serta satu hari setelahnya.

Catur juga menegaskan, seluruh industri hiburan malam dilarang memasang reklame, poster, publikasi, serta pertunjukan film yang bersifat pornografi, pornoaksi, dan erotisme. “Karyawan dan tamu juga dilarang mengenakan pakaian seronok.Pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai aturan perundangan yang berlaku," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Industri Pariwisata Disparbud DKI Jakarta Androfa mengatakan, surat edaran mengenai aturan tersebut segera diedarkan ke seluruh industri hiburan malam. Sedangkan penetapan awal Ramadan akan menunggu ketetapan pemerintah. "Sore ini rencananya mulai kita edarkan. Kita berharap seluruh industri hiburan yang dimaksud mematuhi," ucapnya.