Jakarta > Pemerintahan

Ini Syarat Ahok-Djarot Jika Ingin Menang di Putaran Kedua

Rabu, 08 Maret 2017 12:36 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Ahok saat blusukan di Jalan Kayu Manis, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin tanggal 23 Januari 2017.
Ahok saat blusukan di Jalan Kayu Manis, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin tanggal 23 Januari 2017.
Foto : istimewa

Share this





LSI Denny JA menyebut trend negatif dari masyarakat terhadap Ahok sudah mulai berkurang. Oleh karena itu harus dijaga hingga putran kedua berakhir.

PULOGADUNG – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terhadap elektabilitas para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, sebanyak 49,7 persen responden memilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan 40,5 persen memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat. Sementara pemilih yang belum menentukan sebanyak 9,8 persen dan margin of error sekitar 4,8 persen.

Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraaby menyampaikan, meski elektabilitas Ahok-Djarot kalah dibandingkan pasangan Anies-Sandi, namun pasangan petahana tersebut masih memiliki kans untuk kembali memimpin Ibu Kota. Hal itu terlihat dari sejumlah tren positif yang membuat efek elektoral pasangan nomor urut dua tersebut naik.

"Salah satunya adalah, dari hasil survei dan pertanyaan terhadap responden, mereka yang menilai Ahok telah menistakan agama islam telah berkurang," ujar Adjie di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017).

Baca Juga : Kemanakah Suara Agus-Sylvi Akan Berlabuh

Adjie menjelaskan, persentase itu dibuat berdasarkan perbandingan dari hasil-hasil survei sebelumnya. Ia mencontohkan, pada survei LSI bulan November 2016, saat itu responden yang menyatakan Ahok telah menistakan agama Islam terkait ucapannya yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu adalah sebesar 65,70 persen.

"Tapi di survei bulan Februari-Maret 2017 ini, dengan jumlah responden yang sama yakni 440 orang, mereka yang menyatakan Ahok telah menodai agama hanya sebesar 53,3 persen saja," papar Adjie.

Adjie menuturkan, jika membandingkan hasil survei bulan November 2016 dengan Februari-Maret 2017, responden yang menyatakan Ahok tidak menista agama berkurang sekitar 12 persen. Oleh karena itu, apabila Ahok – Djarot berhasil mempertahankan tren positif ini, maka pasangan mereka akan berpeluang menang dengan sejumlah syarat.

Syarat pertama, kata Adjie, Ahok-Djarot harus bisa menarik simpati pemilih muslim terutama NU yang menjadi basis muslim terbesar di DKI. Syarat kedua, membuat anggapan penista agama yang melekat terhadap Ahok menjadi semakin kecil atau semakin minoritas.

"Selanjutnya, banyak yang semakin yakin memilih Ahok berdasarkan kinerjanya, dan terakhir harus bisa menarik simpati dari pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni," tandasnya.