Jakarta > Pemerintahan

Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Instalasi Bambu Di HI

Rabu, 15 Agustus 2018 14:51 WIB
Editor : Fauzi | Reporter : Yatti Febriningsih

Karya Seni Bambu
Anies Baswedan di depan seni instalasi bambu Getah Getih di kawasan Bundaran HI.
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Anies Baswedan mengatakan, ia sengaja memesan karya seni instalasi bambu ini kepada seniman Jok Avianto, untuk mempercantik Ibukota saat Asian Games.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerkan karya seni instalasi bambu yang dipasang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Karya seni tersebut dinamakannya Getah Getih. Anies mengatakan, ia memesan karya seni tersebut kepada seniman Joko Avianto untuk mempercantik Ibukota saat Asian Games XVIII 2018.

"Besok sore baru kita resmikan. Itu adalah instalasi bambu karya seniman namanya Joko Avianto. Bulan Oktober 2015 kami menyelenggarakan book fair dan salah satu yang ditunjukkan di sana adalah karya bambu dari mas Joko," ujar Anies saat di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (15/8).

Anies melanjutkan, saat ini kebanyakan bambu-bambu itu hampir tidak bernilai lagi di mata masyarakat. Namun, kini ia ingin menunjukkan jika kreasi bambu, khususnya karya seni Joko Avianto akan menjadi ternilai. “Bambu sering dianggap tak bernilai, kami ingin tunjukkan di tanah yang paling mahal di Indonesia, yaitu bundaran HI, di situ dipasang instalasi dengan material paling murah di Indonesia,” lanjut Anies. 

Anies bahkan memposting rangkaian bambu tersebut ke akun media sosial Instagram pribadinya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan, bentangan dan balutan bambu ini jadi pengirim pesan. Sebab, karya itu dipasang di tengah deretan beton tinggi yang cakarnya menggenggam tanah Ibukota, hadir karya bambu yang lembut, sederhana tapi kompleks. Sebuah material tradisional yang dibalut ilmu, kreativitas dan kemoderanan.

"Seni instalasi bambu ini membentuk pesona seni yang menggerakan. Membahanakan pesan dahsyat tentang bangsa kita. Pesan kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak. Itulah kita bangsa Indonesia tercinta: 262 juta anak bangsa, 400an suku bangsa, dan bercakap 700-an bahasa. Sebuah bangsa yang dashyat," tulis Anies Baswedan di media sosialnya.