Jakarta > Pemerintahan

Ini Bocoran Tarif LRT Jakarta

Kamis, 17 Mei 2018 16:29 WIB
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi LRT Jakarta.
Ilustrasi LRT Jakarta.
Foto : istimewa

Share this








Tarif LRT Jakarta akan disesuaikan dengan harga transportasi yang telah ada. Namun diperkirakan harganya akan lebih murah.

JAKARTA - Kereta ringan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Kelapa Gading - Velodrome sudah mulai memperhitungan soal tarif tiket. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Satya Heragandhi menyebut harus ada pertimbangan harga tertentu dalam penetapan tarif ini. 

Satya menyebutkan, harga ini nantinya akan berpatok pada perbandingan tarif transportasi lainnya ke lokasi yang sama. Dicontohkan dia, ialah tarif perjalanan dari Kelapa Gading menuju Tanah Abang dengan taksi, masyarakat harus merogoh kocek sekira Rp 72 ribu. Sedangkan dengan layanan ojek online diperkirakan sekira Rp 30 ribu.

“Melihat begini, pricing kita Jakpro LRT nantinya berkisar sekitar Rp 10 ribu – Rp 14 ribu. Murah itu, nggak macet, nggak hujan dan nggak kepanasan,” ujar Satya saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Kamis (17/5/2018). 

Namun, kisaran harga itu kata Satya, masih akan menunggu keputusan pemerintah soal nilai Public Service Obligation (PSO). PSO ini kemungkinan nantinya akan digunakan sebagai biaya dalam pemeliharaan dan sebagainya. Namun, Satya menegaskan jika bisa LRT Jakarta tidak menggunakan dana PSO dalam pengoperasiannya. 

“Kita nanti akan ada sebuah bentuk di mana pemerintah memiliki beban pembiayaan, misalnya beban pemeliharaan jalannya dan lain-lain sebagainya. Tetapi, kita menghindari penggunaannya dalam bentuk PSO,” katanya. 

Lebih lanjut Satya menjelaskan, penentuan harga ini juga harus melibatkan para stakeholder terkait. Mulai dari penumpang, anggota dewan dan pihak terkait lainnya. “Ini yang sedang kita sosialisaikan, kita harap dalam waktu dekat ada arahan keputusan soal tarif,” imbuhnya. 

Diketahui, pengerjaan proyek LRT ini secara keseluruhan sudah menyentuh angka 70,44 persen. Proyek sepanjang 5,8 kilometer itu ditergetkan bisa beroperasi saat perhelatan Asian Games pada Agustus 2018 mendatang.