Jakarta > Pemerintahan

Impor Beras Vietnam Bikin Sandiaga Ketar Ketir

Jumat, 12 Januari 2018 14:46 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambangi JakGrosir di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambangi JakGrosir di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Foto : Ronald Tanoso

Share this








Rencana pemerintah pusat impor beras Vietnam pada akhir bulan ini, membuat Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno ketar ketir.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ketar-ketir terhadap rencana pemerintah pusat untuk impor beras dari Vietnam sebanyak 500 ribu ton pada akhir bulan ini. Sebab, Ibu Kota akan mendapatkan jatah 100-120 ribu ton yang dapat menimbulkan distorsi pasar.

“Saya mendapat laporan, dari 500 ribu ton yang akan diimpor. Dan sebesar 100-120 ribu ton untuk ke DKI,  besar sekali ke DKI. Berarti Nanti ada distorsi harga yang kami khawatirkan,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/1/2017).

Untuk mengantisipasi adanya distorsi pasar, Sandi mengaku pihaknya ketersediaan beras dan pendistribusian bisa berjalan lancar. Sehingga, tingkat inflasi stabil dan harga pangan terjangkau oleh warga.

“Keputusan pemerintah pusat akan mulai masuk, tapi yang terpenting buat Pemda DKI adalah memastikan suplai cukup dan distribusi lancar. Itu keputusan politik dan kita enggak mau masuk ke keputusan politik,” jelasnya.

Sekali lagi Sandi menegaskan agar impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat tidak akan menimbulkan distrorsi harga. Dan tidak ada pihak yang dirugikan dari impor beras ini khususnya para petani.

“Karena kita tidak ingin membanjirnya suplai akan mengakibatkan distorsi harga. Jadi kita ingin harga stabil. Kasian petani, kasian pedagang nya kalau harga tiba-tiba anjlok. Jadi itu yangkita sikapi. Kita ingin semua ikut saling membantu,” tegasnya.