-->
Jakarta > Pemerintahan

Hotman Paris Kritik Ganjil Genap, Sandiaga Uno Menjawab

Senin, 06 Agustus 2018 14:52 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Sandi Hotman Kopi Joni
Hotman Paris Hutapea dan Sandiaga Uno di Kopi Joni Kelapa Gading.
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Sandiaga Uno menanggapi komentar pedas Hotman Paris. Dia menjelaskan rinci tujuan kebijakan Ganjil Genap.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi komentar pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di akun instagramnya soal kebijakan ganjil genap.

Sandiaga menjelaskan tujuan kebijakan tersebut secara rinci. “Salah satunya kualitas udara, saya ingin kualitas udara lebih baik. Kedua untuk membiasakan masyarakat khususnya Pak Hotman, sebentar lagi ada LRT, dia bisa juga mulai mempromosikan LRT yang Insya Allah Agustus ini ada,” ujar Sandiaga di Balaikota DKI, Senin (6/8/2018).

Tidak hanya bisa beralih menggunakan LRT, nantinya warga Jakarta juga akan didukung dengan fasilitas kereta cepat bawah tanah yaitu Mass Rapid Transit (MRT) yang mulai beroperasi pada 2019 mendatang. Belum lagi akan ada pemberlakukan sistem Electronic Road Pricing (ERP) di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said-Kuningan.

“Banyak sekali masyarakat yang ngeluh, tapi setelah saya jelaskan, satu, kita menerapkan ERP next year (tahun berikutnya), dan MRT akan beroperasi next year, dan LRT sudah mulai operasional mulai beberapa hari ke depan, kita sama-sama patuhi ganjil genap ini untuk Asian Games,” terang Sandiaga.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberlakukan kebijakan ganjil genap beberapa wilayah Jakarta setiap hari bagi kendaraan roda empat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkap alasan kebijakan tersebut diberlakukan semata-mata untuk mengubah pola masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum.

Baca Juga: Protes, Kenapa Sabtu Minggu Harus Ganjil Genap?

Sebelumnya, Hotman Paris melontarkan kritikannya lewat instagram. “Halo bapak gubernur dan sahabat saya wakil gubernur DKI. Peraturan mengenai pemakaian mobil ganjil genap sangat membebani rakyat. Dan agak kurang logis terutama Sabtu dan Minggu. Apalagi, hari Minggu yang banyak orang beribadah. Kan tidak semua orang-orang kaya punya dua mobil,” ucap Hotman lewat akun instagramnya, Minggu (5/8/2018).

Lagipula, jumlah kendaraan yang melintas pada Minggu tentu tidak sebanyak hari kerja. “Kenapa harus dilarang? Dan masyarakat berhak memakai mobilnya, kan sudah bayar pajak penuh. Pajaknya begitu tinggi dan Pemda DKI juga dapat. Tolong Sabtu Minggu jangan diterapkan ganjil genap, itu sangat membebani rakyat. Salam untuk sahabat saya terutama wakil gubernur DKI, salam Hotman Paris,” tambahnya.

    -->