-->
Jakarta > Pemerintahan

DPRD DKI Klaim Rumah DP 0 Rupiah Mirip Program Jokowi

Jumat, 19 Januari 2018 15:57 WIB
Editor : Arif Muhamad Rian | Reporter : Yatti Febriningsih

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi
Foto : Adi Wijaya

Share this








Rumah DP 0 Rupiah disebut mirip dengan program sejuta rumah yang digagas Jokowi.

JAKARTA - Program Rumah DP 0 Rupiah yang diusung Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta mendapat kritikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi. Pria yang akrab disapa Pras ini menyebut jika program tersebut mirip dengan program sejuta rumah yang digagas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). 

“Kalau liat dari skemanya mirip sama program sejuta rumah Jokowi, Sayangnya harga yang dijual jauh lebih tinggi sehingga tidak bisa dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah,” ucapnya saat dihubungi wartawan, Jumat (19/1/2018). 

Pras menjelaskan, program sejuta rumah milik Jokowi ini memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pras menyebut ini merupakan program KPR bersubsidi dengan bunga sampai 5,5 persen pertahun dengan jangka waktu cicilan sampai 20 tahun.

“Harga jual rumah Rp 100 juta sampai Rp 135 juta untuk rumah tapak. Cicilan yang diharus dilunasi oleh MBR hanya Rp 825 ribu sampai Rp 1,1 juta perbulan. Dengan begitu, sesuai dengan persyaratan bank masyarakat dengan pendapatan Rp 3 juta perbulan masih bisa mencicil,” lanjutnya. 

Pras dengan tegas mengatakan program Rumah DP 0 Rupiah ini tidak ditujukan untuk rakyat kecil. Sebab, menurut pras, jumlah harga dan cicilan yang dipatok Anies-Sandi jauh di atas Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2018. 

“Kalau rusunami yang diluncurkan Gubernur Anies itu cicilan minimal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,6 juta. Artinya pendapatan minimal Rp 4,5 juta. Sedangkan UMP DKI Rp 3,6 juta. Jadi rusunami DP 0 rupiah itu bukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tapi kelas menengah,” tegasnya. 

    -->