Jakarta > Pemerintahan

Djarot Sumringah, DKI Dapat Hibah Bus Lagi

Sabtu, 20 Mei 2017 11:00 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Yatti Febriningsih

Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meresmikan bus pariwisa hibah Dulux di Monas, Sabtu (20/5/2017)
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meresmikan bus pariwisa hibah Dulux di Monas, Sabtu (20/5/2017)
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Hibah bus kali ini berasal dari produsen cat Dulux. Bus ini diterima langsung Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

JAKARTA - Setelah melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat langsung meresmikan bus Transjakarta. Bus tersebut merupakan hibah dari produsen cat ternama, Dulux.

"Alhamdulilah, kita mendapatkan bus pariwisata baru lagi dari Dulux. Jadi, sekarang totalnya ada 25 bus yang akan melayani masyarakat untuk mengunjungi dan mengelilingi Jakarta. Terima kasih kepada Dulux. Saya usulkan,  di hari kebangkitan ini semua warna itu indah," Kata Djarot saat memberikan kata sambutannya di Monas, Sabtu (20/5/2017).

Setelah diresmikan, Djarot meminta PT Transjakarta untuk menjadi operator bus hibah tersebut. Djarot juga meminta PT Transjakarta untuk bisa melayani masyarakat secara merata.

"Semua saya serahkan kepada Transjakarta untuk melayani semua warga masyarakat tanpa kecuali. Ini jumlahnya 25 lho, dan ini free lho. Ini nilainya mahal. Rp 4,7 milliar satu busnya," beber Djarot.

Baca Juga : Sindikat Curanmor Tanjung Priok Dibekuk, 3 Ditembak

Pria berkaca mata ini juga menjelaskan, bus tersebut nantinya akan melayani rute-rute wisata Transjakarta yang sudah ada.

"Nanti akan melayani empat rute untuk mengunjungi situs-situs yah, Kota Tua, Makam Mbak Priok, Kalijodo, Situ Babakan. Tapi, situ babakan terlalu kecil yah. Jelas, kalau di sini ada Monas, Taman Ismail Marzuki. Kalau perlu nanti Ancol," imbuhnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga mendapat hibah bus dari produsen alat berat United Tractor. Bus itu langsung diserahkan ke PT Transjakarta untuk dijadikan sebagai armada reguler.