Jakarta > Pemerintahan

Djarot Akan Ubah Konsep Penataan Trotoar

Senin, 17 Juli 2017 14:42 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi trotoar di Jakarta
Ilustrasi trotoar di Jakarta
Foto : istimewa

Share this








Kegelisahan pejalan kaki akan trotoar yang tidak sesuai fungsinya mendapatkan tanggapan dari Djarot Saiful Hidayat. Ia akan ubah konsep penataan trotoar.

JAKARTA - Keberadaan trotoar yang semula untuk pejalan kaki tetapi tidak berlaku di Ibu Kota Jakarta yang justru beralih fungsi menjadi tempat jualan dan jalan para pengendara motor. Oleh karenanya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan merubah konsep penataan pedestrian di wilayah kerjanya tersebut.

Dikutip dari poskotanews.com, Djarot mengatakan, selama ini trotoar di Jakarta terlihat tidak ramah terhadap kaum difabel. Hal ini, lantaran adanya penghalang yang terpasar di pedestrian, seperti pot bunga yang justru menyulitkan bagi para penyandang disabilitas.

“Saya tegaskan kepada para walikota, trotoar sudah bagus jangan di tengah-tengahnya dikasih pot. Ngapain ada trotoar? Untuk jalan kaki tapi di tengah-tengah pot, apalagi pot bunga ditaruh tepat di pedestrian saudara kita yang penyandang disabilitas, yang buta katakanlah ya. Kemudian masuk situ, depannya ada pot, ya nabrak dong,” jelas Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin (17/7/7/2017).

Tak hanya itu saja, mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur ini mengungkapkan, tidak segan-segan menindak tegas bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat berjualan di trotoar. Begitu pula, para pengendara sepeda motor yang kedapatan menggunakan trotoar saat kemacetan melanda di jam sibuk.

“Kalau seperti itu ya tindak tegas sebagai pembelajaran, karena itu membahayakan orang lain serta menunjukkan ego yang berlebihan dengan tidak memerhatikan orang lain terutama pejalan kaki. Kalo seperti itu yang kami bela ya pejalan kaki,” terangnya.

Untuk diketahui, beberapa komunitas penjalan kaki saat melakukan aksi demonstrasi di trotoar di jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat sempat ada penolakan dari pengguna sepeda motor. Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial dalam bentuk video.

Aksi unjuk rasa komunitas pejalan kaki ini, karena trotoar seringkali digunakan pemotor dan mengganggu hak pejalan kaki. 

Bca juga : Jelajahi Kecantikan Trotoar Sepanjang Rawamangun