-->
Jakarta > Pemerintahan

Cahaya Lampu Pohon Plastik Meredup, Begini Penjelasannya

Selasa, 05 Juni 2018 09:51 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Penampakan lampu hias berwujud pohon plastik.
Penampakan lampu hias berwujud pohon plastik.
Foto : istimewa

Share this








Cahaya lampu hias berwujud pohon plastik di Jalan MH Thamrin hanya beberapa hari saja bersinar. Setelah menjadi viral, justru meredup.

JAKARTA – Pohon plastik di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat sempat menjadi viral. Ada netizen yang mendukung pemasangannya sebagai aksesori estetika kota. Namun, banyak pula yang menentangnya. Sebab, dinilai mengganggu pejalan kaki.

"Sudah trotoarnya tidak terlalu lebar, sampai pejalan kaki harus memiringkan bahu agar tidak terkena pohon imitasi... Bagaimana kalau disabilitas kursi roda melintas dilokasi ini?" tulis akun Koalisi Pejalan Kaki. 

Lagipula, mengapa harus pohon imitasi? “Tanah Indonesia cukup subur untuk ditanami. Mengapa tidak pohon asli saja?” cetus netizen lainnya.

Pembahasan tidak menyoal itu saja. Netizen bahkan mempertanyakan anggaran pengadaan lampu hias berwujud pohon plastik tersebut. Kabar yang beredar, senilai Rp 8,1 miliar di Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Kabar lainnya, senilai Rp 2,2 miliar sebagai anggaran pengadaan lampu hias dan pencahayaan kota di Dinas Perindustrian dan Energi.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno langsung membantahnya. Tidak ada anggaran 2018 yang digunakan untuk pengadaan lampu hias berwujud pohon plastik.  “Yang benar, Rp 8,1 miliar untuk pengadaan pohon asli dan Rp 2,2 miliar untuk penunjang Asian Games, seperti neon box yang akan dipasang di jalan-jalan menuju venue.”

Untuk meredakan suasana, Pemprov DKI sengaja mencabut lagi 48 set lampu hias yang sempat terpasang di Jalan MH Thamrin dan Jalan Meredeka Barat sekiranya setelah tiga hari terpasang. Pergantian Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat pada Senin (4/6/2018) diduga kuat juga akibat polemik ini.

Tak ingin menjadi bola liar, Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat yang baru menjabat, Yuli Hartono langsung angkat suara. Pembelian lampu hias pohon plastik memang tidak menggunakan anggaran 2018, tetapi anggaran tahun sebelumnya.

“Harga satu set Rp 8.272.150. Ada 48 lampu, ya kali saja. Sekitar 300 jutaan. Saat ini, lampu berada di gudang penyimpanan,” tuturnya saat konferensi pers di kantornya, Jalan Taman Jatibaru, Jakarta Pusat, Senin (4/6).

Yuli mengaku terkejut dengan pembahasan lampu pohon plastik di media sosial. “Saya kaget juga tanggal 30 (Mei) lihat di medsos kok ramai. Saya awalnya bertanya apa masalahnya. Ada kita pasang pohon, tapi enggak diterima oleh masyarakat. Langsung panggil Pak Iswandi, itu kok banyak yang komplain?” tutur Yuli menceritakan saat Pak Gubernur memanggilnya.

Padahal, pemasangan lampu tersebut juga pernah dilakukan pada 2017. "Loh kalau seperti itu, kenapa baru sekarang diributin? yang tahun 2017 nggak diributin?," sahut Yuli.

Sejatinya, pemasangan lampu hias berwujud pohon plastik itu memang sekadar menyemarakkan event-event hari besar daerah dan nasional sekaligus hari keagamaan. Seperti, HUT Kota Jakarta, Idul Fitri, Natal, atau Tahun Baru.

 

Berita Terkait

 
    -->