Kamis, 07 Juni 2018 10:58:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Yatti Febriningsih
Ilustrasi gebang tol Cikampek.
Ilustrasi gebang tol Cikampek.
Foto : istimewa
 

JAKARTA – Jelang arus mudik Lebaran, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) akan memberlakukan beberapa kebijakan. Salah satunya dengan menerapkan rekayasa lalu lintas pada rest area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek selama arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Seperti dikatakan Bambang Prihartono, Kepala BPTJ, rekayasa itu dilakukan karena rest area atau tempat peristirahatan tersebut kerap menimbulkan kemacetan dan penumpukan kendaraan antara pemudik yang hanya isi bensin, makan dan sekadar beristirahat. “Yang bermasalah rest area KM 19, oleh karena itu di rest area itu diberlakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Bambang di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (6/6/2018).

Lanjut Bambang, nantinya rekayasa lalu lintas akan diatur langsung dan dipantau oleh petugas Jasa Marga (Persero) dengan membuat jalur pada masing-masing sesuai kebutuhan. Misalnya, jalur khusus pemudik yang akan isi bensin, pemudik yang menuju restoran dan pemudik menuju peristirahatan.

 “Jadi misalnya mengantre pom bensin dia jalur khusus, mau ke toilet, mau ke restoran kita pisah pisah ya. Kita yakinkan ada perugas yang atur. Selama ini tidak optimal, sekarang BPTJ sama Jasa Marga maksimal,” klaimnya.

Sebagai informasi, puncak arus mudik sendiri diprediksi akan terjadi mulai H-7 dan H-6 jelang Lebaran. Kemudian cuti bersama juga akan dimajukan menjadi 10 hari, yakni mulai tanggal 11 Juni – 20 Juni 2018. Selama arus mudik sebanyak 500 juta kendaraan diperkirakan akan meninggalkan Jakarta dan melintas di Tol Jakarta – Cikampek.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda