Jakarta > Pemerintahan

Begini Komentar Anies Soal Aksi Terorisme di Surabaya

Senin, 14 Mei 2018 15:44 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto : istimewa

Share this








Anies mengomentari aksi terorisme di Surabaya. Dia mengutuk para pelaku bom bunuh diri.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur yang terjadi sejak Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) pagi pukul 08.50 WIB.

“Kami ucapkan duka cita mendalam, kami atas nama warga DKI Jakarta atas ledakan bom di Surabaya kemarin yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka serta ledakan bom di Mapolresta tadi pagi,” ujar Anies dalam sambutan sidang Paripurna di Kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI juga mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan korban agar diberikan ketabahan. “Kepada keluarga korban diberikan ketabahan dan korban dosanya diampuni,” tuturnya. 

Anies meminta seluruh masyarakat khususnya warga Jakarta tidak takut menghadapi ancaman terorisme yang belakangan terjadi hingga memakan puluhan korban tidak bersalah. Ia mengutuk keras pelaku peledakan bom dengan landasan dasar agama. Ajaran agama tidak membenarkan membunuh.

“Ini adalah perbuatan kejam, keji yang tidak diajarkan agama apapun, tidak dibenarkan agama apapun dan Insya Allah jadi perhatikan kita semua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tiga gereja di Surabaya menjadi sasaran aksi terorisme diantaranya Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno. Malam harinya pukul 21.00 WIB bom bunuh diri kembali terjadi di rusunawa Wonocolo Sidoarjo hingga menyebabkan korban mencapai 17 orang pada Minggu (13/5/2018).

Tidak hanya itu, akhir teroris terus terjadi pagi tadi Senin (14/5/2018) pukul 08.50 WIB, kali ini aksinya lebih berani lantaran terjadi tepat di pintu Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan-Surabaya dan parahnya aksi bom bunuh diri dilakukan bersama anaknya.