Jakarta > Pemerintahan

Begini Desain Trotoar Jakarta Ala Union Square New York

Senin, 13 November 2017 09:15 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi Union Square New York
Ilustrasi Union Square New York
Foto : istimewa

Share this








Rencananya Pemprov DKI Jakarta akan membangun trotoar di Ibu Kota, khususnya area yang dilintasi oleh jalur MRT dengan desain ala Union Squase New York.

JAKARTA – Selama ini, trotoar di Ibu Kota tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sebab, banyak pemotor yang kerap menggunakannya untuk melintas saat jalanan dalam kondisi macet. Begitu pula, Pedagang Kaki Lima (PKL) memakai sebagai lokasi berjualan. Guna mengatasinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun pedestrian seperti di New York, atau beken dengan nama Union Square New York.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, nantinya desain trotoar khususnya yang berada di sepanjang jalur Mass Rapid Transit (MRT) bakal terbangun dapat mengakomodasi pejalan kaki, kendaraan hingga pedagang. Hal ini, mengingat kebutuhan masing-masing pihak di sekitar area pedestrian.

"Ada tempat jalan kaki,  ada kalau mungkin jalur sepeda cuma kan kalau jalur sepeda sudah wajib.  Ada tempat utilitas . Nah ketika masih ada ruang idol segala macam di sekitar halte misalnya, kenapa tidak di bikin food stall untuk beli voucher-nya MRT nih. Tempat orang pengaso bikin minuman. Tempat nitip sepeda. Mereka kan mau makan yang penting kan pejalan kakinya bisa lewat," beber Yusmada Faizal kepada Infonitas.com di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Yusmada sendiri menyebutkan saat ini dinas Bina Marga terus melakukan perancangan desain trotoar sesuai arahan Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Namun, pria asal Palembang, Sumatera Barat ini belum mau memberikan informasi lebih lanjut terkait detail pengerjaan desain trotoar tersebut.

"Targetnya itu kita, kalau mungkin kan fisiknya awal Desember sudah mulai yah. Nah ketika sudah mulai dikerjakan baru kita rilis," katanya.

Ia beralasan PKL tetap mendapat tempat di trotoar, karena lebih terhadap ramai orang berlalu lalang. Sehingga, potensi jualan laku semakin tinggi.

"Bukan diakomodasi tapi ditata. Yah ditata. Yang namanya PKL  itu kan mendekat dia tempat orang ramai. Dimana orang ramai?  Halte.  Yah mendekat dia disana," ujarnya.