Jakarta > Pemerintahan

Bahas Jam Operasional, Pemprov Kumpulkan Pelaku Usaha Ibu Kota

Jumat, 11 Mei 2018 18:26 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Para pelaku usaha yang berkumpul berasal dari pelaku hiburan, hotel, kafe, restoran dan karoke.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumpulkan pelaku usaha Ibu Kota terkait sosialisasi penyelenggaraan usaha pariwisata menghadapi Ramadan dan Idul Fitro 1439 H.

Para usaha yang terdiri hiburan, hotel, kafe, restoran dan karoke diharapkan dapat mematuhi peraturan yang diberlakukan Pemprov DKI selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiarti mengatakan, pertemuan itu diharapkan bisa dipatuhi oleh semua pelaku usaha agar tidak ada pelanggaran tempat hiburan malam saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Ini mengingat beberapa kali dunia hiburan menjadi sororitan seperti pada tahun 2017 lalu teguran tertulis diberikan pada 27 tempat usaha mulai dari karaoke, bola sodok dan lainnya. 

“Karena itu kami himbau usaha pariwisata tingkatkan pengawasan internal khususnya di pintu masuk dan keluar tempat usaha,” ucapnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, Pemprov DKI telah memberlakukan jam operasional tempat hiburan yakni pukul 20.30 WIB - 01.30 WIB.

Dan untuk karaoke keluarga dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pukul 14.00 WIB -02.00 WIB. 

Sementara, untuk rusah rumah biliar (bola sodok) yang berlokasi dalam satu ruangan dengan usaha karaoke dan pub hanya dapat beroperasi mulai pukul 20.30 WIB - 01.30 WIB. Sedangkan, yang tidak dalam satu ruangan dapat beroperasi pukul 10.00 WIB -24.00 WIB.