Senin, 10 September 2018 19:00:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Yatti Febriningsih
Atlet DKI Gagal Terima Bonus Asian Games
Atlet wushu peraih medali perunggu Asian Games 2018 Achmad Hulaefi (Ist)
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan rencana penambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games 2018. Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono. 

Ratiyono mengatakan, penambahan bonus untuk atlet berprestasi pada Asian Games tidak jadi diusulkan pada rapat Banggar (Badan Anggaran). Padahal, besaran bonus bahkan sudah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 1203 Tahun 2018 tentang Satuan Biaya Kegiatan Keolahragaan dan Kepemudaan Serta Penghargaan Prestasi Olahraga dan Pemuda.

“Sudah ada Kepgub yang beri apresiasi penghargaan bagi atlet. Sudah ada besarannya juga yaitu Rp 300 juta untuk peraih medali emas, perak Rp 150 juta, dan perunggu Rp 90 juta," ujar Ratiyono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/9).

Padahal sebelumnya, Pemprov DKI sempat menyebut akan ada penambahan bonus bagi para atlet tersebut. Namun sebagai gantinya,  Pemprov DKI akan menanggung pajaknya para atlet tersebut.

“Dalam rapat banggar ini memang kita akan usulkan supaya pajaknya ditanggung oleh negara sehingga atlet akan terima bersih, Rp 300 juta ya dapat Rp 300 juta," terang dia.

Selanjutnya menurut Ratiyono, pembatalan ini juga didasari oleh banyak pertimbangan. Alasan pertama adalah karena Kepgub yang mengatur tentang itu sudah keluar. Selain itu, Pemprov DKI ingin menjaga daya juang atlet agar tidak terlena banjir bonus.

"Justru jangan kemudian diguyur bonus yang berlebihan malah jadi enggak nyaman, yang kita dorong adalah fighting spirit-nya," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda