Jakarta > Pemerintahan

Antasari Azhar, SBY dan Pemilihan Gubernur Jakarta

Selasa, 14 Februari 2017 19:38 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Sumber : DBS

Antasari Azhar. (IST)
Antasari Azhar. (IST)
Foto : istimewa

Share this





Cuapan Antasari mengundang perhatian khusus SBY. SBY langsung membuat pernyataan di akun sosmed Twitter.

JAKARTA – Satu hari menjelang Pemilihan Gubernur Jakarta 2017, dinamika politik Ibu Kota kian terasa. Perseteruan mantan Ketua KPK Antasari Azhar dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semakin meruncing.

Bebas dari tahanan pada November 2016, Antasari akhirnya berbagi cerita dengan mengatakan terdapat keterlibatan SBY atas kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, (4/5/2009) silam.

“SBY sebagai inisiator. Hary Tanoe dikirim sebagai eksekutor,”kata Antasari kepada pewarta di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Tak hanya SBY, ia juga telah menuding Ketua Perindo, Hary Tanoe. Selain itu, nama anak bungsu SBY pun ikut diseret Anatasari dalam kasus ini. Edhie Baskoro, diyakini Antasari juga berakasi dalam rencana pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran itu.

Selasa sore, kembali SBY membalas tudingan Antasari melalui akun pribadi sosial media Twitter.

“Tuduhan Antasari seolah saya sebagai inisiator kasusnya, jelas tidak benar. Pasti akan saya tempuh langkah hukum thd Antasari *SBY*,”kicau akun S.B Yudhoyono @SBYudhoyono, Selasa (14/2/2017) sore.

Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat ini mempertanyakan hak anak sulungnya sebagai salah satu kandidat Cagub DKI Jakarta 2017.

“Saya bertanya, apakah Agus Yudhoyono memang tak boleh maju jadi Gub Jakart? Apakah dia kehilangan haknya yang dijamin oleh konstitusi? *SBY*,”tanya SBY.

Kicauan SBY itu pun mengundang perhatian netizen. Tak sedikit netizen simpati, dan banyak juga yang kontra. Bahkan, ada pula netizen menanggapi kicauan tersebut sebagai bahan candaan.