Jakarta > Pemerintahan

Anies Bakal Potong TKD PNS DKI yang Bolos dan Telat Masuk Kerja

Kamis, 21 Juni 2018 14:15 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat kritikan dari ketua DPRD DKI Prasetyo Edi.
Foto : Rendy MR

Share this








Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam akan memotong tunjangan kerja daerah (TKD) bagi PNS yang bolos dan telat masuk kerja.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan akan memberi sanksi kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang bolos pada hari pertama kerja setelah liburan Lebaran 2018 yang jatuh pada hari ini, Kamis (21/6). Mereka akan kehilangan tunjangan kinerja daerah (TKD) mereka untuk satu bulan.

"Kalau sampai satu hari tidak hadir maka dia akan kehilangan satu bulan TKD," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Anies menegaskan sanksi ini tidak hanya berlaku bagi PNS yang bolos, tetapi juga bagi PNS yang datang terlambat. Keputusan ini kata Anies di buat berdasarkan Keputusan Gubernur yang berlaku.

“Dan kita semua berharap mudah-mudah bisa lebih disiplin, bekerja kerja dan menunaikan yang menjadi rencana program kita,” imbuhnya.

Anies mengatakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan merekapitulasi jumlah kehadiran PNS DKI hari ini. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI ini berharap PNS DKI sudah bisa langsung bekerja maksimal sejak hari pertama.

Sebagai Informasi, pagi ini Anies bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berlebaran dengan pegawai DKI dan masyarakat di kawasan Balaikota Jakarta.

Selain itu, acara halal bihalal ini juga diikuti oleh Pegawai DKI lintas eselon, direktur utama BUMD, hingga para Pekerja Harian Lepas (PHL) dan awak media yang bertugas di lingkungan Balaikota.