Selasa, 05 Juni 2018 12:09:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Lampu hias berwujud pohon imitasi
Lampu hias berwujud pohon imitasi
Foto : istimewa
 

JAKARTAKadis Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Yuli Hartono membantah nilai anggaran pembelian lampu hias berwujud pohon imitasi mencapai Rp 8 miliar.

"Itu enggak pernah beli berulang-ulang. Dibeli, pasang, simpan. Kok jadi blunder, anggaran Rp 8 miliar, saya ditanya Rp 8 miliar atau Rp 2,8 miliar itu saya enggak tahu, karena memang tidak ada anggaran itu,” jelas Yuli saat ditemui di kantor Dinas

Anggaran pohon imitasi bahkan sama sekali tidak ada dalam anggaran 2018 di era pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pohon-pohon ini sudah dianggarkan sejak zaman gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Iya (dianggarkan saat zaman Ahok). Waktu kita beli, Sudin, itu sesuai dengan yang spesifikasi harganya Rp 8 juta sekitar segitu. Kita hanya beli pada tahun 2017 sebanyak 63 unit," lanjutnya.

Saat era pemerintahan Ahok, peletakan pohon-pohon tersebut dibagi, yakni 48 unit dipasang di Jalan Medan Merdeka Barat hingga Thamrin, 4 unit di Balai Kota DKI, dan 4 unit di DPRD DKI. Sisanya, stok di gudang. Selain itu, ia juga menyebut kalau pohon imitasi yang ada di Balai Kota DKI dan DPRD saat ini sudah tidak pernah dicabut karena tidak mengganggu pejalan kaki.

"Itu sudah dari tahun lalu yang Balai Kota," katanya.

Selain itu, Yuli menegaskan tidak ada anggaran yang dikeluarkan untuk biaya pemasangan dan pembongkaran pohon imitasi tersebut. Pohon dipasang dan dibongkar oleh petugas PJLP (Petugas Jasa Lainnya Orang Perorang) yang dikelola oleh Dinas PE.

"Mau siang, malam, sore, pagi, itu enggak ada masalah kita semua swa-kelola dengan gaji mereka. Jadi, dalam rilis pertama, kami bilang ke Pak Gubernur kami enggak mengeluarkan dana sepeser pun," ucap Yuli

Seperti diberitakan sebelumnya, Sudin PE Jakarta Pusat memasang 48 pohon imitasi yang merupakan lampu hias di trotoar sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat hingga Thamrin. Namun, pohon itu kemudian dicabut karena dianggap menghalangi para pejalan kaki.

Pohon imitasi tersebut dibeli dengan harga Rp 8.272.150 (di luar PPN) per unitnya pada tahun 2017. Total anggaran untuk pengadaan pohon imitasi itu sebesar Rp 573.259.995.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda