Jakarta > Pemerintahan

Ahok Dibui, Keadilan Telah Mati?

Rabu, 10 Mei 2017 20:59 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Muhammad Saiful Hadi

jakarta
Sukardi Dharmawan Pemred Infonitas.com dan CEO Info Gading Group.
Foto : istimewa

Share this








Ahok adalah orang jujur dan pintar, tetapi harus tersingkir bahkan dijebloskan ke penjara.

JAKARTA - Pernyataan terkait surat Al-Maidah ayat 51, nyatanya telah menyeret Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke jeruji besi. Ucapan yang awalnya hanya ingin menyadarkan warga Jakarta supaya bisa memiliki pemimpin yang berintegrasi dan amanah, dan tidak dibohongi oleh oknum dengan menggunakan ayat suci, kadung dipolitisasi demi kepentingan merebut kekuasaan.

Alhasil, dia divonis dua tahun penjara. Majelis hakim menjerat dengan pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Bahkan, yang lebih mengejutkan saat putusan pengadilan, alasan hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun kepada Basuki Tjahaja Purnama karena terdakwa tidak merasa bersalah. Tindakan terdakwa menyebabkan Muslim cemas dan sakit hati.

Sukardi Dharmawan, pemimpin redaksi Infonitas.com dan CEO Info Gading Group (IGG) mengungkapkan jika keadilan dan toleransi di Indonesia sedang diuji. Ahok kalah dalam Pilkada DKI 2017 bukan karena kinerjanya yang buruk, melainkan karena ulah oknum tidak bertanggung jawab yang terus menghembuskan isu agama.  

“Sejak awal, saya memantau Pilkada, melihat karena Ahok minoritas tentunya isu suku dan agama terus hembuskan untuk menyerang dia. Padahal, dalam memilih seorang pemimpin yang terutama adalah integritas,kompetensi,dan managerial skill,” ujar Sukardi, Rabu (10/05/2017).

Baca juga : Belajarlah Arti Persahabatan dari Ahok-Djarot

Sukardi menengarai, banyak kejanggalan dalam kasus yang menjerat Ahok. Proses peradilan yang dijalankan terkesan kurang lazim. Hakim seolah tertekan oleh massa, sehingga vonis lebih melebihi tuntutan jaksa. Ada kesan minoritas kalah dengan mayoritas, integritas kalah dengan politik kotor, dan kepentingan golongan tertentu.

“Ahok itu seorang pekerja sosial murni dan kaum intelektual, nyatanya harus kalah dengan tekanan massa. Orang jujur dan pintar seperti dia kini tersingkir bahkan dijebloskan ke penjara, tentunya koruptor akan kembali berkuasa,” sahut Sukardi.

Dia percaya, jika orang baik yang terdzolimi pada akhirnya akan meraih kemenangan yang hakiki. Sukardi menganalogikan saat ini Ahok kalah dalam memperjuangkan keadilan, tapi Ahok akan menerima keadilan kemudian hari. Pengorbanan dan air mata akan dibayar dengan bahagia.

Sejarah akan mencatat Basuki Tjahaya Purnama sebagai gubenur DKI Jakarta yang mempunyai kinerja yang sangat baik. Banyak perubahan yang sudah dilakukan olehnya, seperti reformasi birokrasi, e-budgeting, jaminan kesehatan, pendidikan gratis, dan sarana-prasarana yang bisa dinikmati oleh anak cucu kelak.