Jakarta > Kuliner

Pilkada DKI 2017

Sambut Pesta Demokrasi, Kedai Bang Ali Diskon 50 Persen

Selasa, 14 Februari 2017 10:21 WIB
Editor : Hanafie | Sumber : kompas.com

Kedai Bang Ali
Kedai Bang Ali dibangun di garasi rumah Ali Sadikin.
Foto : istimewa

Share this








Kedai Bang Ali yang dibangun di bagasi mobil rumah Ali Sadikin ini, memberikan potongan 50 persen bagi warga Jakarta yang memilih.

RUMAH ini berukuran besar dan mewah. Temboknya berwarna kuning gading. Pintu samping rumah yang terletak di Jalan Jati Murni nomor enam, Jati Padang, Jakarta Selatan itu terbuka lebar. Di dekat pintu samping itu, ada papan bertuliskan Kedai Bang Ali.

Fotonya terlihat jelas adalah seorang tokoh Jakarta dan pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tapi sebenarnya, bagi warga setempat, rumah itu memang rumah Bang Ali Sadikin. “Rumahnya ada dua. Yang pertama di daerah Menteng, dekat dengan bioskop Metropole, rumah yang itu seperti rumah dinasnya. Kalau rumah yang ini rumah hari tuanya, rumah istirahat Bang Ali,” kata Yasser, anak Ali Sadikin.

Seperti diketahui, Ali Sadikin merupakan sosok Gubernur Jakarta paling terkenal. Sosok yang menjabat dari tahun 1966-1977 ini, tak pernah lepas dari kontroversi. Kebijakan gubernur berdarah Sunda yang akrab disapa Bang Ali ini sering ditentang, meski akhirnya kini ia dikenal sebagai gubernur paling sukses membangun Jakarta.

Mampir ke rumah Bang Ali menjadi pilihan tepat untuk bernostalgia zaman keemasan Bang Ali sembari menyeruput secangkir kopi buatan Yasser. “Baru buka empat bulan. Kami (Yasser, Maikel, Aga, Cindy, dan Vino) membuka ini berlima. Orang sekitar sini memang tahunya ini rumah Bang Ali, jadi kita mau meningkatkan lagi awareness orang tentang Bang Ali,” kata Yasser.

Maikel, rekan Yasser berkata kedai kopi ini juga untuk mengingatkan kembali sosok Bang Ai yang mulai dilupakan. “Kadang ada tamu yang tanya Bang Ali itu siapa? Tetapi ada yang malah foto-foto di sana (tembok yang dipajang foto-foto Bang Ali) biasanya yang sudah berumur,” kata Maikel.

Kedai Kopi Bang Ali sendiri memiliki konsep ‘merakyat’ dengan menyediakan hidangan dengan harga bersahabat. Di media sosial Instagram, Kedai Bang Ali menyebut khalayak sebagai rakyat.

Untuk menikmati cappucino di Kedai Bang Ali, hanya dengan harga Rp 20.000. Cappucino ini berasal dari biji kopi campuran asal Malabar, Bali, dan Toraja. Rasa dan tampilan cappucino ini bahkan lebih baik dibanding rasa cappucino di kedai kopi dalam mal. “Walau di garasi kita pakai mesin kopi yang serius. Kita mau memperkenalkan ke orang banyak kalau dengan harga segini, bisa dapat kopi berkualitas,” kata Yasser.

Nasi bakar di Kedai Bang Ali juga patut dicoba. Dengan harga Rp 15.000, nasi bakar dengan isian abon ikan roa dan teri menjadi teman pas untuk minum kopi dan mengobrol bersama sahabat.  Karena masih terbilang baru, dekorasi di Kedai Bang Ali masih belum sempurna. “Rencananya mau kita tempel quote dari Bang Ali di tembok,” kata Yasser.

Ada bagian tembok yang memperlihatkan barang memorabilia Bang Ali, seperti potret fotonya dari masa kecil sampai tua, kamera kuno, dan buku-buku biografi Bang Ali. “Kita berharap tamu yang datang ke sini mendapat kehangatannya beliau,” kata Yasser.

Kedai Bang Ali buka pukul 10.00-20.00 untuk hari Senin sampai Kamis dan Sabtu, hari Jumat buka pukul 10.00-21.00. Kabar baiknya pada momen Valentine, tanggal 14-18 Februari, Kedai Bang Ali memberi promo beli satu cangkir kopi hangat gratis satu cangkir kopi hangat.

Pada tanggal 15 Februari saat Pilkada, promo potongan harga sebesar 50 persen diberikan untuk tamu yang menunjukkan jari tercelup tinta, tanda ikut serta dalam pesta demokrasi.







 

Berita Terkait