A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 270

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 271

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 272

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 273

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/rjakarta.php

Line Number: 275

Kamis, 17 November 2016 18:00:00
Editor : | Sumber : okezone.com
Gudeg Yu Djum, Kuliner Legendaris dari Yogyakarta
Ilustrasi - Gudeg
Foto : istimewa
 

JAKARTASiapa tak kenal gudeg. Hidangan khas Yogyakarta ini memang memiliki rasa yang enak dan sudah berada di hati masyarakat Indonesia. Salah satu gudeg yang terkenal adalah Gudeg Yu Djum.

Namun, siapa sangka sebelum berjualan gudeg, Yu Djum adalah seorang penjual rumput. Ya. Dari hasil menjual rumput, Yu Djum kemudian menabung dan kemudian dibelikan peralatan masak untuk mengolah gudeg. Hal tersebut dilakukan Yu Djum pada tahun 1950-an.

Nah, jenis gudeg yang dibuat Yu Djum adalah gudeg kering karena memiliki masa simpan yang lebih lama. Gudeg kering bisa tahan sampai 24 jam. Selama 71 tahun wanita bernama lengkap Djuwariah ini bergelut mengurus gudeg.

Menurut lansiran dari okezone.com Kamis (17/11/2016), Yu Djum mengolah nangka muda atau yang biasa disebut gori, yang dimasak dengan bumbu serta rempah khas. Yang membuat gudeg Yu Djum spesial adalah karena diolah menggunakan kayu bakar sehingga ada rasa serta aromanya khas.

Sementara untuk pemanis, yang digunakan adalah gula merah murni dari daerah Wates atau Purworejo, dan garam yang dipakai hanya garam kristal. Proses pemasakannya juga memakan waktu yang cukup lama, yakni pembakaran selama 18 jam.

Gudeg Yu Djum disajikan dengan berbagai makanan pendamping dan pelengkap. Beberapa yang tak pernah absen adalah sambal krecek, tahu dan tempe bacem serta cabai rawit rebus. Cara penyajiannya juga sederhana karena disajikan dalam piring anyaman rotan dengan alas daun pisang. Demikian juga saat akan dijadikan oleh-oleh, gudeg dibungkus menggunakan besek dari anyaman bambu.

Dalam sehari, gudeg Yu Djum menghabiskan antara 50 sampai 150 ekor ayam. Sementara untuk telurnya bisa habis 2.000 sampai 4.000 butir telur ayam. Jumlah ini akan berkali lipat saat akhir pekan atau musim liburan.

Senin (14/11/2016), pukul 18.00 WIB, Yu Djum tutup usia karena sakit. Pun demikian, kenikmatan rasa gudeg Yu Djum di Wijilan, Yogyakarta ini akan selalu dikenang dan diminati oleh masyarakat.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda