-->
Jakarta > Kesehatan

Singkong Bisa Sembuhkan Kanker?

Kamis, 08 Maret 2018 09:10 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Singkong
Singkong
Foto : istimewa

Share this








Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa singkong bisa menyembuhkan kanker.

JAKARTA – Pada 2015, Seorang dokter asal Srilanka bernama Cynthia Jayasuriya membagikan pengalamannya sembuh dari kanker karena makan singkong. Cyntia, lewat postingannya, mengaku sudah mengidap kanker kandung kemih stadium 2 selama 7 tahun.

Berbagai pengobatan sudah dilakukan sampai ginjal, urethra, dan sebagian kandung kemih diangkat. Hingga akhirnya dia mendapat informasi tentang penggunaan biji apricot untuk pengobatan kanker di Australia dan Amerika tanpa kemoterapi.

Seorang dokter dari Inggris yang bertugas di Afganistan menemukan kandungan vitamin B17 dalam biji apricot.

Menurut dokter tersebut, kata Cyntia, masyarakat di sana rutin mengonsumsi buah apricot, bahkan hingga bijinya yang berasa pahit. Setelah diteliti, biji apricot mengandung vitamin B17. Hasil ini berbanding lurus dengan jumlah penderita kanker di salah satu kota di Afganistan.

Mendapat informasi tersebut, Cyntia coba mencari tahu jenis makanan apa saja yang mengandung vitamin B17. Ternyata, ada dalam singkong. Alhasil, dia coba mempraktekkan dengan mengonsumsi singkong 10 gram setiap tiga kali dalam satu hari.

“Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, Saya melakukan pemeriksaan kandung kemih yang dilakukan oleh doker yang menangani kanker Saya. Beliau terkejut karena kandung kemih Saya benar-benar bersih dan normal. Setelah itu setiap tiga bulan Saya periksa dan hasilnya tetap bersih. Sejak itu Saya hanya makan singkong dan tidak menjalani pengobatan lainnya,” tulisnya.

Selain pengalamannya, Cyntia juga menceritakan pasien-pasien kanker lainnya yang sembu setelah rutin mengonsumsi singkong.

Namun, dunia kedokteran, hingga saat ini, belum sepenuhnya bersepakat bahwa singkong merupakan obat kanker. Bahkan, ada yang menyebut hoax.

“Belum ada scientific research atau riset ilmiah yang mengklaim dan membuktikan singkong bisa mengobati kanker,” ucap Profesor di bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati seperti dikutip dari liputan6.com.

Sejumlah dokter juga sudah meneliti manfaat vitamin B17 dalam singkong. Namun, hasilnya tidak mengarah ke penyembuhan kanker. "Pernah ada animal studi pada percobaan pertama menyatkan amygdalin bisa memperlambat kanker, namun ketika diulang lagi hasilnya tidak sama. Ini tidak terbukti bisa mengobati kanker," terangnya.

Dr. Tan Shot Yen juga menyatakan tidak benar singkong bisa menyembuhkan kanker.

"Jadi tidak benar yang Namanya singkong, kita makan sebagai singkong lalu kemudian dia mempunyai kapasitas anti kanker. Ini tidak benar sama sekali. Bahwa linamarin terdapat di dalam singkong, lalu kita punya sianida atau breakdown nya disebut vitamin B17 itu benar ada, tetapi harus melalui proses penyaringan lewat institusi kesehatan. Jadi makan berapa kilo pun tidak bisa menyembuhkan kanker, yang ada diabetes karena singkong mengandung karbohidrat tinggi,” tuturnya.

 

    -->