-->
Jakarta > Kesehatan

Setahun, 340.000 Orang Sakit Akibat Udara Jakarta

Minggu, 12 Maret 2017 18:04 WIB
Editor : Ivan | Sumber : Tempo.co

Ilustrasi - Polusi udara di Jakarta.
Ilustrasi - Polusi udara di Jakarta.
Foto : istimewa

Share this








Udara Jakarta benar-benar sudah tidak sehat. Tercatat, ada 260.000 orang terserang penyakit pernapasan per tahun. 85.000 lainnya dirawat di rumah sakit.

JAKARTA – Pencemaran udara di Jakarta sudah melewati ambang batas. Hal ini berakibat buruk pada kualitas hidup warganya. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan, 260.000 orang terserang penyakit pernapasan, dan 85.000 lainnya dirawat di rumah sakit akibat polusi Ibukota.

Penelitian ini dilakukan Sarath Guttikunda dari Desert Research Institute. Ia menyebut, jumlah tersebut merupakan rata-rata per tahun. Sedangkan penelitian sendiri ia lakukan dalam kurun waktu 2012 - 2015. Itu artinya, jumlah orang yang sakit akibat polusi udara di Jakarta meningkat setiap tahunnya.

“Trennya cenderung meningkat,” tegas Sarath seperti dikutip dari Tempo.co, Minggu (12/3/2017).

Dari hasil penelitiannya, Sarath mengatakan bahwa tingkat polusi tertinggi terdapat di Jakarta Utara. Indikatornya, kandungan partikel mencapai lebih dari 125 mikron gram per meter kubik di wilayah tersebut. Jumlah ini jauh melebihi batas aman yang hanya sebesar 10-25 mikron gram per meter kubik.

Lebih spesifik, Sarath menyebut titik dengan tingkat polusi tertinggi di wilayah Jakarta Udara berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kawasan lain yang kondisi polusinya serupa dengan Pelabuhan Tanjung Priok adalah perbatasan antara Jakarta Utara dengan Jakarta Barat. Aktivitas kendaraan bermotor serta emisi industri, menjadi penyumbang pertama dan kedua polusi udara di daerah tersebut.

Baca Juga : Jalan Waduk Pluit Retak, Sebagian Ruas Condong ke Arah Waduk

Menanggapi hal ini, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Ali Maulana Hakim pun tidak menapiknya. Dengan kata lain, ia menyadari kondisi udara yang buruk di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Ia bilang, industri menjadi magnet datangnya penduduk dari daerah lain ke sana. Akibatnya, permukiman ilegal tumbuh dan menghabiskan ruang terbuka hijau.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah akan membuat peraturan gubernur yang mewajibkan uji emisi untuk semua jenis kendaraan bermotor. Pergub itu, kata Ali, akan dibuat tahun ini.

“Saat ini, uji emisi hanya berlaku bagi kendaraan umum dan tak bersifat wajib. Nanti, uji emisi dilakukan berbarengan dengan uji kir atau perpanjangan STNK," ucapnya seraya menjelaskan bahwa pergub juga akan mengatur penggunaan bahan bakar gas pada setiap kendaraan dinas operasional di lingkungan pemerintah DKI Jakarta .

    -->