-->
Jakarta > Kesehatan

Kenali Aturan Konsumsi Daging Kambing Agar Tak Membahayakan Kesehatan

Jumat, 01 September 2017 12:46 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Daging kambing
Daging kambing
Foto : istimewa

Share this








Ada sejumlah aturan dan kaedah dalam mengolah daging kambing agar tetap sehat saat dikonsumsi.

JAKARTA - Ahli penyakit dalam sekaligus profesor gastroentrologi, Departemen Penyakit Dalam, Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam mengatakan, meski secara hitungan kalori dan kandungan lemak daging kambing tergolong rendah, namun bukan berarti tak memiliki aturan dalam mengonsumsinya.

Ada sejumlah aturan dan kaedah dalam mengolah daging kambing agar tetap sehat saat dikonsumsi.

1.  Kenali Teknik Mengolah Daging Kambing

Mengetahui atau mengenali teknik olahan memasak daging kambing membantu anda dalam memahami kondisi terbaik untuk menikmati daging kambing. Beberapa teknik memasak yang tidak sehat untuk daging kambing yakni dengan dibakar atau digoreng. Teknik memasak seperti ini akan menghasilkan heterocyclic amines yang diyakini dunia kesehatan sebagai pemicu kanker pada manusia.

Olahan lain yang membahayakan yakni dengan teknik menggunakan santan dan garam yang banyak seperti gulai. Kondisi ini akan menambah lemak dan memicu penyakit kardiovaskular seperti kolesterol dan hipertensi.

2. Hindari Jeroan dan Bagian Tertentu

Jeroan atau organ dalam kambing menjadi favorit masyarakat Indonesia untuk dijadikan soto babat atau tongseng. Namun, jeroan dan beberapa organ dalam seperti torpedo sebenarnya tidak sehat bagi tubuh manusia. Ari menjelaskan, jeroan kambing atau sapi dapat meningkatkan kadar asam urat darah.

“Bagi pasien yang memang penderita hipertensi, kadar kolesterol darahnya tinggi (dislipidemia), kadar asam urat darahnya tinggi (hiperuresemia), penderita kencing manis dan kegemukan, harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi daging kambing atau sapi selama masa hari raya kurban,” katanya seperti dilansir cnnindonesia.com

Menurut Kepala Divisi Metabolik Endokrim Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo Em Yunir Dia, ada baiknya masyarakat juga menghindari bagian iga kambing yang memiliki banyak lemak. Bagian kambing yang memiliki kadar lemak paling rendah ada di bagian paha.

"Komponen lemak kambing yang masih muda belum tinggi dan harus diimbangi dengan asupan sayur dan buah. Kalau makan apel atau tomat, saya sarankan makan juga kulitnya agar serat yang dikonsumsi semakin banyak," kata Yunir.

3. Walau Tensi Rendah Jangan Asal Makan Kambing

Bagi sebagian orang yang menderita tekanan darah atau tensi rendah, daging kambing kerap menjadi sasaran makanan dengan alasan agar meningkatkan tensi. Namun, ternyata cara ini justru membawa masalah baru.

Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi karena berbagai sebab, kelelahan atau kurang tidur. Tekanan darah rendah juga dapat disebabkan karena gangguan jantung, baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung.

Namun ketika mengonsumsi daging, apalagi berlebihan, maka dampak yang muncul adalah sembelit dan memicu naiknya asam lambung sehingga dapat memperparah kondisi. Ini belum termasuk dampak jangka panjang seperti peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah.

4. Tidak berlebihan

Di hari raya kurban sebagian masyarakat mungkin mendapatkan daging dalam jumlah besar. Untuk itu, Ari mengingatkan, jika daging berlebihan tersebut dikonsumsi dalam waktu pendek, maka tentu akan menyebabkan masalah kesehatan.

Dampak langsung yang bisa saja terjadi ketika makan daging berlebihan adalah sembelit. “Jika daging dikonsumsi berlebihan menjelang tidur maka akan merangsang terjadinya refluks isi lambung sehingga dapat mengganggu tidur,” kata Ari mengungkapkan.

Menurut Ari, daging kambing maupun daging sapi adalah sumber protein hewani yang baik. Protein dalam daging amat dibutuhkan untuk pembentukan hormon, enzim, protein darah, juga untuk mengganti dan memperbaiki sel yang rusak.

Karenanya bagi mereka yang jarang makan daging merah tak menjadi masalah menikmati daging kurban. Namun tentu mesti dilakukan jangan sampai berlebihan.

    -->