-->
Jakarta > Kesehatan

Kasus Bayi Debora, Djarot : Rumah Sakit Harus Berikan Pertolongan Prioritas

Minggu, 10 September 2017 12:25 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : kompas.com

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.
Foto : istimewa

Share this








Penanganan medis merupaka skala prioritas yang harus diberikan dokter dan rumah sakit terhadap pasien mereka.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres seharusnya memberikan pertolongan maksimal kepada bayi Debora. Menurutnya, penanganan medis merupaka skala prioritas yang harus diberikan dokter dan rumah sakit terhadap pasien mereka.

"Rumah sakit wajib berikan pertolongan maksimal pada siapa pun juga. Itu skala prioritas, itu kode etik dari dokter dan rumah sakit," ujarnya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2017).

Dia melanjutkan, kasus meninggalnya bayi Debora saat ini sedang ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI. Dinkes akan meminta keterangan paramedis yang menangani Debora.

"Makanya kami lihat dulu, benar enggak RS Mitra Keluarga tidak memberikan perawatan yang semestinya dan sesuai standar kedokteran dan pelayanan rumah sakit," katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, Mantan Wali Kota Blitar ini akan memanggil Dinas Kesehatan DKI setelah meminta klarifikasi pihak rumah sakit. "Nanti saya ketemu sama Dinas Kesehatan," ucapnya.

Seperti diketahui, Debora meninggal pada Minggu (3/9/2017) pagi setelah pada dini harinya dibawa ke RS Mitra Keluarga Kalideres karena pilek dan kesulitan pernafasan.

Pihak keluarga mengaku ingin Debora dirawat di pediatric intensive care unit (PICU) untuk sementara sampai mendapat ruang PICU di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Namun, mereka saat itu hanya bisa memberikan Rp 5 juta dulu sebagai uang muka. Meski sudah berjanji akan melunasi uang muka sebesar Rp 11 juta siang harinya, pihak rumah sakit tetap menolak memasukkan Debora ke PICU.

Sementara itu, dalam keterangan persnya, manajemen RS Mitra Keluarga menyampaikan bahwa awalnya Debora diterima IGD dalam keadaan tidak sadar dan tubuh membiru.

Menurut pihak rumah sakit, Debora memiliki riwayat lahir prematur dan penyakit jantung bawaan (PDA). Debora juga terlihat tidak mendapat gizi yang baik.

Pihak rumah sakit mengklaim telah melakukan prosedur pertolongan pertama berupa penyedotan lendir, pemasangan selang ke lambung dan intubasi (pasang selang napas), lalu dilakukan baggingatau pemompaan oksigen dengan menggunakan tangan melalui selang napas, infus, obat suntikan, dan diberikan pengencer dahak (nebulizer).

Pemeriksaan laboratorium dan radiologi pun dilakukan. Rumah sakit pun menyarankan Debora dirawat di instalasi PICU dan mengetahui bahwa pihak keluarga menyampaikan kendala biaya.

Untuk itu, pihak rumah sakit memberikan solusi dengan merujuk Debora untuk dirawat di rumah sakit yang memiliki instalasi PICU dan melayani pasien BPJS.

Pihak rumah sakit membantah jika pihak mereka yang telah menyebabkan Debora meninggal akibat tak melakukan pelayanan sesuai prosedur.

    -->