Senin, 18 September 2017 14:31:00
Editor : Wahyu AH | Reporter :
PCC
Ilustrasi
Foto : istimewa
 

JAKARTA – Pil Paracetamol, Caffein, dan Carisoprodol (PCC) atau yang biasa disebut pil zombie sudah memakan banyak korban jiwa di Kendari, Sulawesi Tenggara.  Beberapa di antaranya, bahkan harus meregang nyawa akibat halusinasi dari efek yang ditimbulkan.

Ahli Kesehatan dan Dokter Olahraga dr. Tania Savitri melalui keterangan tertulisnya menerangkan isi kandungan dari Pil Zombie tersebut.

1. Paracetamol

Paracetamol atau disebut acetaminophen termasuk ke dalam jenis obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Lazimnya, bermanfaat untuk mengurangi gejala rasa sakit ringan hingga sedang.

Mengonsumsi paracetamol terkadang memiliki efek samping seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap serta feses pucat hingga warna kulit dan mata menjadi kuning.

2. Caffein

Fungsinya lebih ke arah meningkatkan kesadaran, fokus, dan kewaspadaan. Terdapat dalam kandungan kopi, teh, atau cola.

Atlet bahkan menjadikan kafein sebagai stimulan karena kemampuannya yang hebat Penggunaannya diizinkan oleh asosiasi atlet Amerika Serikat atau disebut National Collegiate Athletic Association (NCAA).

Dalam dunia medis, kafein biasa digunakan sebagai kombinasi dari painkiller. Dalam hal ini, kafein bisa ditambahkan bersama dengan paracetamol. Kafein juga digunakan untuk asma, infeksi kandung kemih, hingga tekanan darah rendah.

Kafein bekerja dengan memberi stimulasi pada sistem syaraf pusat, jantung dan otot pada tubuh. Jika berlebihan, kafein dapat membuat seseorang cemas, panik, insomnia, tekanan darah naik, dan asam lambung bermasalah. Efeknya akan lebih terasa untuk seseorang yang menderita maag dan hipertensi.

Baca Juga : Ini Beberapa Tanda Kerusakan Organ Liver

3. Carisoprodol

Berbeda dengan paracetamol dan caffein, Carisoprodol tidak dijual bebas. Harus berdasarkan resep dokter. Ini termasuk jenis obat muscle relaxer. Mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan ketergantungan.

Efek samping terparah, dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran, tubuh lemah, detak jantung sangat cepat, kejang-kejang, hingga kehilangan penglihatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan zat carisoprodol sering disalahgunakan sebagai obat kuat.

"Penyalahgunaan carisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina, bahkan juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai 'obat kuat'," tulis BPOM dalam klarifikasi yang disampaikan melalui website resminya, Jumat (15/9/2017).

Baca Juga : Ketika Insomnia Menyerang, Apakah Diperlukan Dumolid?

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda