Jakarta > Kesehatan

Ini Klarifikasi BPOM Soal Susu Kental Manis

Selasa, 10 Juli 2018 10:04 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin

Klarifikasi BPOM soal susu kental manis
Kepala BPOM Penny K. Lukito (kedua dari kiri) memberikan penjelasan mengenal simpang siur kandungan susu di produk susu kental manis.
Foto : istimewa

Share this








Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan susu kental manis merupakan produk yang mengandung susu.

JAKARTA –Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan klarifikasi tentang simpang siur kandungan susu dalam produk susu kental manis (SKM). BPOM memastikan susu kental manis merupakan produk yang punya kandungan susu. Hal itu diungkapkan Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam konferensi pers tentang susu kental manis di Jakarta, Senin (9/7/2018) kemarin.

“SKM merupakan produk yang mengandung susu yang digunakan sebagai pelengkap sajian, bukan produk susu yang digunakan sebagai asupan pemenuhan nutrisi gizi terutama kepada bayi, apalagi pengganti ASI,” tegasnya dalam rilis yang diterima Infonitas.com.

Konferensi pers itu juga dihadiri oleh Elin Herlina (Sekretaris Utama BPOM), Hendri Siswadi (Deputi Penindakan BPOM), dan Tetty Helfery Sihombing (Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru). Selain itu hadir juga Adhi S. Lukman selaku Ketua GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia) sebagai perwakilan dari pelaku usaha.

Penny menerangkan dalam pengawasan post-market, BPOM menemukan adanya beberapa iklan dan label dengan persepsi yang salah disampaikan oleh produsen. BPOM kemudian lakukan revisi peraturan yang ada dengan lebih melengkapi sehingga ada informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“SE (surat edaran) ini mengisi kekosongan regulasi yang sedang berproses yaitu rancangan Perka BPOM tentang label dan iklan,” tambah Penny.

Adhi selaku perwakilan GAPMMI mengapresiasi langkah cepat BPOM dalam mengatasi kesimpangsiuran berita yang ada dan mengajak masyarakat untuk aktif melihat dan memberi masukan yang benar.

“Masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas serta tidak termakan isu yang berkembang. Silahkan baca label dan keterangan nutrisi yang ada,” ucap Adhi.