Kamis, 21 Desember 2017 11:04:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Sumber : Beritajakarta.id
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa
 

JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyatakan, menuturkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menekan jumlah penderita HIV/AIDS. Sebab, hingga saat ini penderita HIV/AIDS di Jakarta masih cukup tinggi.

"Penderita HIV/AIDS hingga November 2017 untuk usia 4 hingga 50 tahun di DKI berjumlah 50.802 kasus. Kita terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya HIV/AIDS," kata Koesmedi, Rabu (20/12).

Dijelaskannya, penularan HIV/AIDS dominan disebabkan oleh hubungan seks bebas. Selain itu, HIV/AIDS juga dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik narkoba.

"Perilaku seks bebas tidak sesuai norma agama, harus dihindari. Apalagi sampai menggunakan narkoba, ini berbahaya," katanya.

Koesmedi meminta, masyarakat jangan takut atau malu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, termasuk kaitannya dengan HIV/AIDS. Pasalnya, pengobatan untuk menghambat virus HIV saat ini sudah cukup bagus.

"Kita punya 101 Fasyankes yang memberikan layanan pengobatan HIV/AIDS, baik di puskesmas, RSUD, rumah sakit vertikal, dan klinik swasta," ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta, Kristina menambahkan, penularan HIV/AIDS sangat rentan terjadi pada usia remaja. Untuk itu, sosialisasi perlu dilakukan di sekolah-sekolah maupun kampus.

"HIV/AIDS menjadi masalah kita bersama. Perlu sinergi antara masyarakat, lembaga sosial masyarakat, dan instansi pemerintah," tandasnya.

 

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda