Minggu, 10 September 2017 12:42:00
Editor : Dany Putra | Sumber : kompas.com
Bayi Tiara Debora
Bayi Tiara Debora
Foto : istimewa
 

JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, pihaknya akan segera memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9/2017) esok. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengkonfirmasi kejadian sebenarnya yang menimpa bayi Tiara Debora.

Bayi Debora meninggal di RS Mitra Keluarga setelah diduga tidak menerima penanganan medis karena uang muka perawatan dari orangtua yang tidak mencukupi.

"Jawaban dari manajemen rumah sakit berbeda dengan cerita yang beredar di media. Hari Senin kami panggil bersama BPRS (Badan Pengawas Rumah Sakit), Kemenkes, dan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) untuk mencari kejadian yang sebenarnya," katanya seperti dilansir Kompas.com, Minggu (10/9/2017).

Seperti diketahui, bayi Deboora sempat menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga pada hari Minggu (3/9/2017) pekan lalu. Anak dari pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi itu dibawa ke RS karena sudah sepekan terkena flu disertai batuk.

Saat tiba di RS pada Minggu dini hari, sekitar pukul 03.40 WIB, bayi Debora langsung diberi penanganan pertama oleh petugas jaga. Namun, kondisinya belum pulih dan RS menyarankan agar Debora ditangani di Intensive Care Unit (ICU).

Keterangan yang berbeda adalah ketika Debora hendak dirawat di ICU. Menurut Rudi dan Henny, mereka ingin anaknya segera dirawat tetapi pihak RS tidak bisa menerima Debora karena uang muka perawatan sekitar belasan juta belum bisa diberikan mereka saat itu.

Sementara pihak RS mengaku justru Rudi dan Henny yang menolak anaknya dirawat di ICU dan meminta mereka mencari RS lain yang menerima pasien BPJS Kesehatan sehingga memakan waktu lama. Selama mencari RS yang menerima BPJS tersebut, kondisi bayi Debora semakin parah dan kemudian meninggal dunia.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda