-->
Jakarta > Kesehatan

Berbagi Gizi Selama Menyusui dengan Donor ASI

Senin, 04 Juni 2018 10:52 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : Go Dok

Donor Asi
Donor Asi
Foto : istimewa

Share this








Jika Anda tertarik menjadi donor ASI kepada kerabat atau saudara dekat, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu.

JAKARTA - Momen menyusui seharusnya mampu memberikan kesan tersendiri, karena pada saat tersebut akan terbentuk hubungan batin yang dapat memberi ikatan antara ibu dengan sang bayi. Makanya, setiap ibu pasti mendambakan dapat memberikan ASI terbaik agar asupan nutrisi si bayi tetap terjaga.

Sayangnya, tidak semua ibu tahu cara memperbanyak ASI dan mampu mengeluarkannya secara alamiah. Oleh karena itu, perlu adanya donor ASI dari pihak lain.

Nah, jika Anda tertarik untuk memberikan ASI kepada kerabat atau saudara dekat, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Apa saja hal-hal tersebut?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian donor ASI kepada bayi merupakan salah satu langkah untuk mendukung pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan sejumlah penelitian, air susu dari manusia lebih mudah dicerna oleh bayi dibandingkan susu formula. Selain itu, ASI juga berguna dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi.

Meski bertujuan baik, tidak setiap orang bisa mendonorkan ASI-nya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu, yaitu:

  1. Produksi ASI

Ibu yang masih memiliki bayi harus dipastikan bahwa produksi ASI nya sudah mencukupi kebutuhan bayinya. Jangan sampai sang ibu tidak sadar dan terlanjur menyumbangkannya ASI, padahal bayinya sendiri pun masih membutuhkannya.

  1. Kesiapan keluarga

Ibu yang berniat untuk mendonor ASI harus memenuhi persyaratan yaitu memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan.

  1. Kesiapan kesehatan

ASI merupakan sumber makanan utama bagi bayi yang masih membutuhkan nutrisi pembentuk sistem imun pada tubuh. Oleh karena itu, pendonor ASI harus merupakan individu yang sehat. Kesehatan tersebut baru bisa dijamin jika pendonor bersedia untuk menjalani beberapa tahap tes kesehatan yang dilakukan oleh ahlinya.

Terdapat beberapa syarat kesehatan yang harus dipenuhi oleh pendonor, yaitu:

  • Tidak mengonsumsi obat, maupun insulin, hormon tiroid, atau produk apapun yang bisa memberikan dampak negatif pada si bayi
  • Tidak memiliki riwayat penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  • Sama seperti syarat donor darah, pendonor bukanlah pengguna obat-obatan terlarang, perokok, atau sering mengonsumsi minuman beralkohol
  • Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan selama 12 bulan terakhir
  • Tidak memiliki pasangan seksual yang membawa risiko infeksi penyakit seperti HIB, HTLV2, dan hepatitis B/C, atau sifilis
  • Tidak menggunakan implan silicon pada payudara
  • Bukan vegetarian yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin B12.

4. Kesiapan operasional

Jika Anda berkenan untuk mendonor ASI, maka bunda harus mempersiapkan peralatan yang akan menunjang kebersihan dan kesterilan ASI tersebut. Terdapat beberapa cara untuk menjaga kualitas ASI, yaitu:

  • Calon pendonor harus mendapatkan pelatihan tentang kebersihan, cara memerah, dan menyimpan ASI.
  • Pastikan tangan Anda bersih sebelum memerah ASI. Anda bisa mencucinya dengan air mengalir yang bersih dan gunakan sabun agar steril. Jangan lupa keringkan tangan terlebih dahulu.
  • Pilihlah tempat yang bersih untuk memerah ASI.
  • Pastikan alat-alat yang Anda gunakan, misalnya pompa, atau wadah penyimpanan sudah dibersihkan terlebih dahulu. Sebaiknya, hindari penggunaan pompa ASI jenis balon karet karena sulit dibersihkan dan memiliki risiko terkontaminasi.
  • ASI yang sudah diperah ditempatkan pada tempat yang tertutup rapat dan bersih.
  • Jika memilki keinginan untuk mendonor ASI, Anda bisa segera mengonsultasikannya ke dokter kandungan Anda atau Unit Donor ASI untuk mendapatkan pengarahan.

Itulah hal penting yang harus diingat jika Anda tergerak untuk menjadi seorang pendonor ASI. Semoga bermanfaat!

 

Berita Terkait

 
    -->