Jakarta > Kesehatan

Ada 14 Ribu Warga Jakarta Alami Gangguan Jiwa

Kamis, 01 Maret 2018 12:02 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Penderita gangguan jiwa di Jakarta terdiri dari berbagai macam level, mulai dari gelaja ringan hingga berat.

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengungkap angka sebesar 14 ribu  orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ada di Jakarta. Angka ini didapat dari Dinas Kesehatan Jakarta dengan program ketuk pintu layani dengan hati.

"Untuk tahun sekarang, 14.000 itu dari Dinas Kesehatan dari ketuk pintu layani dengan hati," ungkap Sandi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (28/2/2018) malam. 

Sandi melanjutkan penderita gangguan jiwa terdiri dari berbagai macam level, mulai dari gelaja ringan hingga berat. Bahkan, Sandi menyebut diantaranya juga terdapat di kawasan Balai Kota Jakarta yang notabene tempat ia bekerja sehari-hari. 

“Total iya total (14.000). Tapi kemarin yang didata di KPLDH 4600-an ya. kalau dilihat keseluruhan 10.000. Jadi, jumlahnya memang banyak ODGJ. Jadi saya bilang angkanya 20 persen, kalau di sini (Balai Kota) aja mungkin ada 3-4 orang ada gangguan jiwa," urainya. 

Sandi melanjutkan dari angka tersebut ada sebesar 10 penderita yang harus dilakukan rawat inap. Tentunya, ini menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta untuk memfasilitasi penderita gangguan jiwa karena masih banyak Rumah Sakit yang belum menyediakan rawat inap.

"Kapasitasnya sangat rendah ya. Kalau enggak salah malah rawat inapnya enggak ada. Jadi itu nanti yang jadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita di RS Duren Sawit," imbuhnya.