Jumat, 09 Februari 2018 19:20:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Waspada, Cegah Pelecehan Seksual di Stasiun dan KRL
PT KAI menggalakkan kampanye mencegah aksi pelecehan seksual di stasiun dan KRL
Foto : Yatti Febriningsih
 

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menggelar kampanye mencegah pelecehan seksual di stasiun dan di dalam Kereta Rel Listrik (KRL), Jumat (9/2/2018). Acara diikuti oleh sejumlah komunitas pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) dan komunitas perempuan.

"Kegiatan bertema Komuter Pintar Peduli Sekitar ini bertujuan memberi pemahaman kepada sebanyak mungkin pengguna KRL untuk mengerti bentuk-bentuk pelecehan seksual, upaya pencegahan, hingga bagaimana membantu diri sendiri maupun orang lain yang menjadi korban pelecehan," ujar Vice President Corporate Communications PT KCI, Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulis yang diterima Infonitas.com, Jumat (9/2/2018).

Menurut Eva, tujuannya memberdayakan sesama pengguna KRL agar semakin peka terhadap bahaya pelecehan seksual saat menggunakan transportasi publik. Acara ini rencananya akan rutin digelar hingga bulan April 2018 mendatang.

"Pengguna KRL maupun masyarakat luas dapat menandatangani petisi daring untuk mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual melalui: http://chn.ge/2DS8p1f. Kegiatan ini akan berlangsung dua kali setiap bulannya hingga April mendatang di Stasiun-stasiun KRL dengan jumlah pengguna terbesar," lanjutnya.

Sebagai Informasi, PT KCI mencatat sepanjang tahun 2017 terdapat 12 kasus pelecehan seksual di dalam KRL maupun stasiun. Pada pekan pertama Februari 2018 saja, tercatat ada dua kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam KRL maupun stasiun. Dari seluruh kasus tersebut, Eva menyayangkan karena tidak ada proses hukum yang dapat berjalan hingga tuntas karena keengganan korban melanjutkan kasusnya sesuai prosedur aparat penegak hukum.

"Melalui proses edukasi dan sosialisasi ini PT KCI juga mengharapkan korban maupun saksi pelecehan seksual tidak perlu takut untuk melapor karena ada pihak-pihak yang senantiasa bersedia untuk memberikan pendampingan hingga selesainya proses hukum," pungkasnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda