Jakarta > Hukum

Wakasatpol PP Lempar Isu Bocornya Penutupan Alexis ke Yani Wahyu

Jumat, 23 Maret 2018 09:40 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Hiburan malam, Alexis
Hiburan malam, Alexis
Foto : Adi Wijaya

Share this








Penutupan Alexis bukanlah kewenangan Wakasatpol PP. Awak media silakan menanyakan hal ini ke Kasatpol PP. DKI Yani Wahyu

JAKARTA - Wakil Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Wakasatpol PP) DKI Jakarta Hidayatullah menyambangi wartawan di lingkungan Balai Kota, Kamis (22/3/2018) malam. Kedatangannya bermaksud menerangkan bahwa dia bukanlah aktor yang membocorkan informasi penutupan Alexis.

Hidayat menyambangi Balai Kota DKI Jakarta hampir pukul 8 malam dan langsung menuju pressroom media yang ada di kawasan Balai Kota, Jakarta.

Hidayat dengan tegas membantah jika dia yang telah membocorkan rencana penutupan hotel yang terletak di kawasan Ancol, Jakarta Utara itu. 

“Demi Allah, saya tidak membocorkan surat edaran tersebut. Saya sendiri tidak tahu-menahu mengenai proses surat tersebut,” kata Hidayatullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis, (22/3/2018) malam. 

Menurut dia, surat soal penutupan Alexis itu bukan menjadi kewenangannya. Dia justru melemparkannya ke Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu. 

“Saya berikan pernyataan bahwa itu bukan kewenangan saya. Wartawan saya minta bertanya langsung kepada Pak Kasatpol PP,” lanjutnya. 

Baca Juga: Siapa yang Bocorkan Penutupan Alexis? Anies Tegur Wakasatpol PP

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bocornya surat perintah penutupan kegiatan usaha Alexis adalah bukti ketidakdisiplinan pejabat Pemprov DKI. Bahkan, ia mengatakan akan mendisiplinkan Wakasatpol PP DKI yang menurutnya telah membocorkan surat tersebut.

“Ini adalah contoh ketidakdisiplinan organisasi. Jadi sesuatu yang seharusnya dipersiapkan sampai tuntas ternyata difoto, dibocorkan, dan beredar," kata Anies di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018). 

Untuk diketahui, sebelumnya sebuah surat dengan kop Satpol PP DKI Jakarta beredar di media sosial. Dalam surat itu berisi tentang rencana penutupan Alexis secara paksa pada 22 Maret 2018 dimana tidak kurang dari 325 personel gabungan bakal dikerahkan untuk penutupan ini.