Jakarta > Hukum

Tiba-tiba Akun Twitter Akseyna Unggah Postingan

Rabu, 15 November 2017 18:01 WIB
Editor : Arif Muhamad Rian | Reporter : Chandra Purnama

Twitter
Twitter Akseyna
Foto : istimewa

Share this








Akseyna sendiri sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Namun belakangan ini, warganet digegerekan dengan adanya postingan di twitter Akseyna.

JAKARTA - Akun Twitter pribadi milik Akseyna Ahad Dori, mendadak ramai diperbincangkan warganet. Pasalnya dalam dua hari belakangan, tiba-tiba akun tersebut mengunggah postingan.

Dalam postingan yang pertama tanggal 14 November 2017, akun tersebut mencuitkan postingan 'Akuu'. Lantas warganet bertanya-tanya siapa yang mengunggah tulisan tersebut. Akseyna sendiri tewas dan jasadnya ditenggelamkan di danau Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Usai unggahan tersebut, berselang beberapa waktu, akun Akseyna kembali mengunggah dua kali postingan. Yang pertama bertuliskan, 'Kapan saya hidup tenang di surga' lalu 'Sakit tolong'.

Ketika dikonfirmasi, ayah Akseyna, Kolonel Mardoto mengaku mendengar kabar akun pribadi anaknya mengunggah postingan. "Betul nge-twit lagi. Saya tidak tahu siapa yang ada di belakangnya," kata Mardoto saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/11/2017).

Mardoto menjelaskan, dirinya beserta keluarga tidak mengetahui jika anaknya memiliki akun media sosial Twitter pribadi. Namun, dari data di akun tersebut, tanggal dibuat akun itu jauh sebelum mayat Akseyna ditemukan tewas pada 25 Maret 2015 lalu.

"Waktu Akseyna masih hidup, kami tidak tahu dia punya akun (Twitter) apa tidak. Yang jelas, sejak kejadian meninggalnya Akseyna 26 Maret 2015, akun itu sudah ada. Tanggal lahirnya juga sama," jelas Mardoto.

Mengenai beredarnya cuitan tersebut, Mardoto menambahkan, sudah melaporkan ke pihak kepolisian untuk mengusut unggahan yang sempat mengegerkan warganet. Namun hingga kini pihaknya belum mendapat laporan perkembangan dari kepolisian.

"Belum ada updating dari polisi," beber Mardoto. 

Patut diketahui, Akseyna Ahad Dori ditemukan tewas didasar danau Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada 25 Maret 2015. Berselang dua tahun, pihak kepolisian tidak kunjung mengungkap dalang di balik pembunuhan tersebut.