Jakarta > Hukum

Sidang Vonis Ahok

Tebalnya Surat Putusan Sidang Ahok

Selasa, 09 Mei 2017 09:50 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Sumber : DBS

Sidang Ahok.
Sidang Ahok.
Foto : istimewa

Share this








Tebal surat putusan sidang Ahok mencapai 600 lembar disebut Ketua Majelis Hakim Dwiarso.

JAKARTA – Persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan agenda vonis terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah berlangsung di Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017), pukul 09.00 WIB. Majelis hakim pun telah membacakan putusan terhadap Basuki Tjahaja Purnama, ternyata ada 600 lebih lembar surat putusan.

“Sebelum saya bacakan putusan, sudah siap, sudah jadi. Ada sekitar 600 lebih, 630 berapa, “ kata Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto dalam sidang vonis Ahok di Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Selain itu, Majelis Hakim juga menyatakan tidak seluruh putusan terhadap Ahok dalam dakwaan melakukan penodaan agama. Bahkan, JPU menyetujui putusan itu beserta penasihat hukum Ahok.

Baca : Ahok Sidang Vonis, Balai Kota Dijaga Ketat

“Sebagaimana pembacaan tuntutan dan pembelaan yang tidak membacakan dakwaan keterangan saksi dan ahlo. Kami minta persetujuan kepada penuntut umum dan penasihat hukum,” ujar Dwiarso dan langsung disetuji jaksa serta pengacara.

Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menyebut Ahok terbukti melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156 KUHP. Ahok dituntut atas pidana menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. 

Dalam sidang pleidoi, Ahok menegaskan dirinya tidak pernah menistakan agama. Ini sejalan dengan tuntutan jaksa yang tidak mengenakan Pasal 156 a, melainkan menggunakan Pasal 156 terkait dengan pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. Tapi Ahok juga membantah memberikan pernyataan kebencian.

"Tidak ada bukti saya telah mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan atau penghinaan penyalahagunaan atau penodaan terhadap agama atau penghinaan terhadap suatu golongan," tegas Ahok dalam sidang pleidoi, Kamis (25/4).

Hukuman percobaan berarti pidana tidak usah dijalani, kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan yang ditentukan habis.